Amerullah Sebut Ada Skenario Menghabisi Karier Politik ART

Amerullah Sebut Ada Skenario Menghabisi Karier Politik ART
Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha (ART) saat melaporkan dugaan kekerasan oleh oknum polwan di SPKT Polres Morowali Utara beberapa waktu lalu. Foto: supplied.

"Kapolri kaget. Ternyata ada skenario untuk menghabisi karier dan bahkan keselamatan ART. Melibatkan oknum Polri lagi. Ini pengakuan dari mulut orang yang disuruh langsung oleh pihak-pihak yang terlibat konspirasi," tutur Amerullah.

Dia bahkan menyebut pada 2023 ini, pihak-pihak yang terlibat konspirasi dan perempuan berinisial YYR alias Yenny diduga melakukan perencanaan pembunuhan karakter terhadap ART.

Wanita yang juga oknum Polwan berpangkat Iptu, disebut Amerullah sebagai tokoh sentral di permukaan. Yenny pun tengah menghadapi proses disiplin dan kode etik dari atasannya di Polres Buol, Sulteng.

Amerullah menyebut perencanaan yang mereka buat bertujuan merusak citra ART sebagai anggota DPD RI di mata masyarakat Sulteng.

Pertemuan itu menurutnya dilakukan Yenny Cs saat ART melakukan reses ke Buol dan Morowali, antara bulan Juli- Oktober 2023. "Mereka membahas rencana demi rencana tertentu. Dan Yenny kedapatan membawa pisau dan pisaunya telah diamankan ART," ucap Amerullah.

Adapun salah satu isu yang sengaja digulirkan adalah hoaks pencurian mobil. Mereka bahkan melaporkan ART telah mencuri mobil dan info tersebut disebarkan melalui media sosial.

Amerullah juga menduga bahwa YYR yang kerap bertemu pihak-pihak yang terlibat konspirasi, sengaja menyusup ke lingkaran ART sejak lama.

"Kami menduga Yenny jadi pintu masuk dan sengaja disusupkan. Lebih mudah menghabisi ART melalui Yenny dibanding cara lain. Tetapi klien kami tidak lengah," ujar Amerullah.

Kuasa hukum Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha (ART), Amerullah mengungkap ada skenario lama dari pihak tertentu menghabisi karier politik kliennya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News