Anak Buah Anies Bangun Sumur Resapan di Trotoar, Ini Kata Yayat Supriatna

Anak Buah Anies Bangun Sumur Resapan di Trotoar, Ini Kata Yayat Supriatna
Proyek sumur resapan di trotoar, di Jalan Kolonel Sugiono, Jakarta Timur, Kamis (11/11). Ilustrasi Foto/dok: Dean Pahrevi/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna menyebut alasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun sumur resapan atau drainase vertikal di trotoar dan badan jalan, yaitu persoalan lahan.

Menurut Yayat Supriatna, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bisa menempatkan sumur resapan di tanah pribadi masyarakat sehingga harus dibangun pada aset milik daerah.

"Kalau di buat di lingkungan perumahan, belum tentu disetujui oleh warga," kata Yayat kepada JPNN.com, Selasa (30/11).

Yayat mengatakan pembangunan sumur resapan untuk mengantisipasi banjir itu harus menggunakan tanah Pemprov DKI Jakarta.

Itu sebabnya ditemukan banyak sumur resapan di trotoar, badan jalan, taman kota, dan lain sebagainya.

"Jadi, tidak bisa dibuat di (sekitar) rumah warga karena itu, kan, tanahnya masyarakat, sifatnya juga harus jadi hibah," lanjut Yayat.

Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota di Universitas Trisakti itu menilai sumur-sumur resapan tampak menumpuk lantaran target pembangunannya banyak, sementara luas lahan Pemprov DKI Jakarta terbatas.

"Menumpuk di trotoar, di bawah badan jalan, karena memang itulah aset yang dimiliki dan bisa dipakai langsung oleh Pemprov DKI," ucap Yayat.

Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna bicara alasan anak buah Anies Baswedan bangun sumur resapan di tritoar dan badan jalan di DKI Jakarta.