Anak KSAD Jenderal Andika Ikut Andil dalam Penanganan Serda Manganang

Anak KSAD Jenderal Andika Ikut Andil dalam Penanganan Serda Manganang
KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa memeluk Serda Aprilio Perkasa Manganang di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Jumat (19/3). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Dokter Alexander Akbar Wiratama Perkasa Hendropriyono digaet Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, untuk bergabung dalam tim penanganan Serda Aprilio Perkasa Manganang.

"Saya dikabari dan diajak bergabung dalam penanganan kasus ini, kebetulan saya lagi off duty di Surabaya jadi saya bersedia datang," kata dokter muda yang merupakan anak KSAD Jenderal Andika Perkasa, dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu.

RSPAD memberi kesempatan kepada dokter muda berprestasi dari Universitas Airlangga itu untuk bergabung dalam tim.

Dokter Alex sudah memiliki pengalaman 20 sampai 30 operasi kasus serupa. Dia melakukan pendekatan secara berkala kepada Serda Manganang sebagai persiapan sebelum melakukan tindakan medis operasi.

"Prinsip bedah, bedah plastik yaitu ukur dua kali, potong satu kali, dengan arti persiapan itu sudah (maksimal), kami harus tahu betul bentuk kelainannya seperti apa," kata dia.

Alexander dan dokter lain telah mempelajari hal-hal apa yang harus dihindari dan teknik apa yang harus digunakan sehingga kasus hipospadia Serda Manganang dapat diselesaikan sesuai tahapan.

Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto memberikan tim dokter terbaik untuk penanganan kepada Serda Manganang sesuai dengan arahan Jenderal TNI Andika Perkasa.

Kasus hipospadia yang diderita oleh Manganang ditangani oleh 10 sampai 15 dokter terbaik di RSPAD yang terdiri atas dokter bedah plastik, bedah urologi, radiologi, anestesi, dan penyakit dalam dan kesehatan jiwa.

Dokter Alexander Akbar Wiratama Perkasa Hendropriyono digaet RSPAD Gatot Soebroto untuk bergabung dalam tim penanganan Serda Aprilio Perkasa Manganang.