Analisis Anthony Budiawan Tentang Situasi Ekonomi Termasuk Utang Indonesia Tahun 2021, Sindir Sri Mulyani?

Kemudian soal monetary, Indonesia saat ini terjebak dalam suku bunga acuan masih tinggi, suku bunga kredit juga masih tinggi. Sementara likuiditas, Bank Indonesia malah diminta untuk membeli surat utang negara (SUN) di pasar primer.
"Itu kan istilah awamnya adalah mencetak uang," ucapnya.
Semuanya ini membuat kondisi ekonomi Indonesia menjadi serius sekali.
Ditambahkannya, rasio pendapatan negara hanya berkisar pada angka 10,6 persen di tahun 2020. Kemudian rasio penerimaan pajak sebesar 8,3 persen dan rasio beban bunga 2,3 persen.
"Kalau beban bunganya itu sampai 2,3 persen, untuk kepentingan belanja negara itu sangat sedikit," ujarnya.
Dari sisi utang, Anthoni mengkhawatirkan rasio utang pemerintah yang terus membumbung di masa Jokowi. Utang naik dari 24 persen menjadi 39 persen di tahun 2020. Diperkirakan tahun 2022 menjadi sekitar 55 persen bahkan mendekati batas UU di angka 60 persen.
"Kenaikan juga terjadi pada rasio beban bunga dari 1,2 persen menjadi 2,3 persen di tahun 2020. Dengan pendapatan negara hanya 10,6 persen, sedangkan 2,3 persennya untuk membayar bunga, maka itu sudah tidak sehat lagi," tegasnya.(esy/jpnn)
Managing Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan memberikan gambaran keadaan ekonomi Indonesia tahun ini.
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- Siap Tingkatkan Ekraf, Gempar Targetkan Sulut Jadi Pintu Gerbang Asia Pasifik
- Pengembangan Infrastruktur Gas Dinilai Bukan Investasi Strategis, Justru Menjerumuskan
- Catatan Hati Perempuan Malam Ini Angkat Kisah Anak Bayar Utang Ayah dengan Pernikahan
- Rapat Bareng Menhan, Legislator Ungkit Utang Triliunan TNI AL
- Perluas Jangkauan Bisnis, Bank Mandiri Menghadirkan Kantor Cabang Alor
- PT Bali Ragawisata Digugat Pailit ke PN Jakpus, Salah Satunya Diajukan Pemegang Saham