Aneh, Aktivis Antikorupsi kok Teriak-Teriak Rekayasa

Aneh, Aktivis Antikorupsi kok Teriak-Teriak Rekayasa
Peneliti Formappi, Lucius Karus. FOTO: Radar Bandung/JPNN.com

"Bagaimana korupsi mau benar-benar hilang dari negeri ini, jika penegakan hukum atas para pelaku selalu dituduh sebagai konspirasi politik?" ujar Lucius.

"Saya kira sebagai aktivis antikorupsi, menuduh pemerintah main-main dengan pemberantasan korupsi melalui rekayasa kasus sama saja dengan menegasikan sikap pribadinya sebagai aktifis atas kemauannya memberantas korupsi," sambungnya.

Menurut Lucius, modal curiga dengan penegak hukum tidak bisa mendorong pemberantasan korupsi. Dia melihat ada inkonsistensi sikap ketika mereka yang diperiksa karena dugaan penyalahgunaan uang negara alias korupsi mengalihkan tanggung jawab pribadinya kepada pihak lain yang sangat mungkin tak terlibat sama sekali.

Padahal, lanjut dia, salah satu cara untuk memberantas korupsi adalah mengandalkan kejujuran untuk mempertanggungjawabkan perbuatan di hadapan hukum yang pasti. Sebab, musuh pemberantasan korupsi adalah ketidakjujuran koruptor untuk mengakui perbuatannya.

Dia menambahkan, urusan pemberantasan korupsi memang merupakan tanggung jawab pemerintah, Namun yang mengeksekusi adalah penegak hukum yang bekerja dengan independen. Semangat ini pun harus ada pada setiap orang yang ingin melihat Indonesia bebas korupsi.

"Kerja penegak hukum akan terganggu jika kita selalu curiga tindakan mereka atas permintaan atau by design pemerintah. Ini kok mengerdilkan pemerintah yang ingin memberantas korupsi. Seolah-olah koruptor begitu pentingnya untuk dikerjain oleh pemerintah. Padahal logikanya koruptorlah yang mengerjain negara dan karenanya hukum harus ditegakkan padanya," tuturnya.

Lanjut Lucius, situasi pilpres saat ini memang membuat banyak hal dipelintir dalam lingkup sekadar permainan politik pemilu. Namun hal tersebut sekaligus komitmen guna membuktikan bagaimana para kandidat bisa tegas dalam isu pemberantasan korupsi.

"Kalau mereka mau saja mendukung anggapan bahwa kasus korupsi tertentu sengaja dibuat untuk menjegal lawan politik pilpres, maka itu artinya semangat pemberantasan korupsi juga patut dipertanyakan. Ketika dia berkuasa nanti, maka bisa jadi memang pemberantasan korupsi hanya jadi komoditas untuk menghantam lawan saja," pungkasnya.

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak terkesan tidak terima diperiksa polisi dalam kasus dugaan korupsi Kemah Pemuda Islam 2017

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News