Angka Kematian Covid-19 Melonjak Karena Keterlambatan Data, Begini Kata Kemenkes

Angka Kematian Covid-19 Melonjak Karena Keterlambatan Data, Begini Kata Kemenkes
Angka kematian Covid-19 melonjak karena keterlambatan data. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui adanya keterlambatan laporan angka kematian akibat Covid-19 di daerah.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati mengatakan keterlambatan tersebut terjadi karena keterbatasan tenaga kesehatan dalam memasukkan data akibat tingginya kasus Covid-19 di daerah pada beberapa waktu lalu.

“Tingginya kasus di beberapa minggu sebelumnya membuat daerah belum sempat memasukkan atau memperbarui data ke sistem National All Record (NAR) Kemenkes,” kata Widyawati dalam keterangannya, Rabu (11/8).

Tenaga Ahli Kemenkes Panji Fortuna Hadisoemarto mengungkapkan berdasarkan analisis data NAR Kemenkes, pelaporan kasus kematian di daerah tidak bersifat realtime dan merupakan akumulasi dari kematian yang terjadi pada beberapa bulan sebelumnya.

Panji menjelaskan laporan pada Selasa (10/8) yang menunjukkan angka 2.048 kematian, sebagian besar di antaranya bukan terjadi pada hari yang sama, bahkan bukan pula pada rentang waktu seminggu sebelumnya.

Sekitar 10,7 persen di antaranya, lanjut Panji, berasal dari kasus pasien positif yang sudah tercatat pada NAR lebih dari 21 hari kemudian pasien tersebut baru dilaporkan meninggal.

“Kota Bekasi, contohnya, laporan kemarin dari 397 angka kematian yang dilaporkan, 94 persen di antaranya bukan merupakan angka kematian pada hari tersebut," ucap Panji.

Dia menerangkan angka tersebut merupakan gabungan angka kematian dari Juni dan sebelumnya sebanyak 37 persen, Juli sebanyak 57 persen, lalu 6 persen sisanya merupakan jumlah kematian di minggu pertama Agustus.

Kemenkes mengakui adanya keterlambatan laporan angka kematian akibat Covid-19 di daerah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News