Angka Kematian Ibu-Bayi Masih Tinggi

Angka Kematian Ibu-Bayi Masih Tinggi
Angka Kematian Ibu-Bayi Masih Tinggi
Saat ini diakui masih ada di antara masyarakat yang tinggal di daerah terpencil memanfaatkan jasa dukun dalam melakukan persalinan. Semua itu memang disebabkan karena kepercayaan terhadap dukun beranak masih belum hilang.

"Karena di segi penyulitan lahir dan sterilisasi dalam melakukan pertolongan kelahiran tidak terjamin. Sehingga semua daerah terpencil itu ditargetkan harus memiliki tenaga kesehatan seperti bidan, disamping juga intensnya sosialisasi," ungkapnya.

Ditambahkanya, saat ini di Pessel terdapat 18 Puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan. Selain itu juga ada 91 Pustu. Sedangkan pada beberapa nagari juga dibangun Puskesri yang jumlahnya sudah mencapai 149 unit.

"Dari jumlah sarana itu, tenaga medis yang tempatkan terdiri dari 254 tenaga bidan dan 26 dokter umum dan 11 dokter gigi. Mereka ini dalam menjalankan tugas dilapangan harus menyatu dengan masyarakat agar desa atau kampung  siaga yang sudah terbentuk sebanyak 286 di Pessel saat ini mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi kondisi imergensi di lapangan," ungkapnya.

PAINAN - Rendahnya pengetahuan ibu hamil melahirkan, terutama pada daerah terpencil di Pessel, menjadi penyumbang tingginya angka kematian ibu dan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News