Angkatan Darat-Laut-Udara pun Tidak Cukup

Oleh Dahlan Iskan

Angkatan Darat-Laut-Udara pun Tidak Cukup
Dahlan Iskan.

Atau juga keperluan untuk memamerkan celana dalam: di i-Cloud. Semua perlu satelit. Yang bisa menjadi tali bumi. Bersaing dengan tali bumi lambangnya NU.

Angkasa luar perlu dikapling-kapling. Satelitnya siapa di kapling nomor berapa. Sudah perlu ada real estate satelit di sana. Negara kaya tidak mau dapat kapling RSS. Harus ada penguasa luar angkasa.

Bisa saja saling rebut kapling. Di masa depan. Yang tidak lama lagi. Ketika setiap makan di kantin pun ada pemandangan ini: makanannya difoto dulu.  Sebelum disendok. Di upload dulu. Sebelum dilahap.

Sekarang ini sudah ada 4.600 satelit di atas sana. Yang terbanyak milik Amerika: 568 satelit. Tiongkok nomor dua: 177. Rusia sudah turun ke  nomor tiga: 133.

Indonesia saja sudah punya 17. Sejak Palapa 1 di zaman Pak Harto dulu.

Maka kalau kaviar saja sudah menjadi obyek perang dagang, mengapa sepenting satelit tidak.  Ide Trump itu memang masuk akal –setidaknya akalnya sendiri.

Tentu Amerika punya analisa seperti ini: kalau satelit-satelit AS itu dilumpuhkan bagaimana? Amerika akan ikut lumpuh.

Siapa yang punya kemampuan melumpuhkan satelit itu?

Putra Jogja ini mungkin paling ahli satelit. Di negara kita. Ialah yang bisa memindah-mindah satelit. Dari satu kaveling ke kaveling lain tanpa ke luar angkasa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News