Angket BBM Diketuai Fraksi PAN

Setelah Golkar dan PDIP Kompromi

Angket BBM Diketuai Fraksi PAN
Ketua DPR Agung Laksono (kanan) memberi ucapan selamat kepada Ketua Pansus Angket terpilih Zulkifli Hasan (tiga dari kiri) dari PAN, usai rapat pemilihan ketua Pansus Angket di Gedung MPR/DPR, Jakarta. Foto: MUHAMAD ALI/JP
JAKARTA - Dua fraksi ’’gajah’’, FPG dan FPDIP, memilih jalan kompromi dalam perebutan posisi ketua panitia hak angket kenaikan harga BBM. Mereka yang semula sama-sama ngotot menduduki kursi strategis itu sepakat menyerahkan jabatan tersebut kepada Ketua Fraksi PAN Zulkifli Hasan.

  Terpilihnya Zulkifli itu di luar skenario. Bahkan, FPAN sendiri mengusulkan Drajad Wibowo atau M. Najib. ’’Sosok Zulkifli Hasan bisa diterima semua pihak,’’ kata Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso usai rapat perdana panitia angket Rabu (8/7). Sosok Drajad Wibowo tak diterima kubu pendukung pemerintah karena selalu bersikap oposisi.

  Pemilihan ketua panitia angket dilakukan secara voting. Langkah tersebut dilakukan setelah musyawarah mufakat mengalami deadlock. Dalam rapat yang dihadiri 46 dari 50 anggota panitia angket tersebut, Zulkifli Hasan mendapat 28 suara. Sedangkan calon dari FPDIP, Bambang Wuryanto, mendapat 18 suara. Dua kandidat lain, Sutan Bathoegana (FPD) dan Efiyardi Asdar (FPPP), masing-masing tak mendapat dukungan. Dua wakil dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS) dan Fraksi Partai Bintang Pelopor Demokrasi (FBPD) tidak hadir.

  Pemilihan ketua diawali dengan voting untuk menentukan komposisi pimpinan panitia angket. Setelah lobi sekitar dua jam, ditentukan dua opsi. Pertama, komposisi pimpinan panitia angket disusun sesuai proporsional jumlah kursi. Artinya, satu ketua dan empat wakil ketua diberikan kepada FPG, FPDIP, FPD, FPPP, dan FPAN.

  Komposisi opsi kedua sama dengan komposisi opsi pertama, hanya posisi FPPP digantikan Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB). Opsi tersebut untuk menghormati FKB sebagai salah satu pengusul hak angket. FKB sendiri, secara proporsional, menduduki posisi keenam dalam perolehan kursi di DPR. Padahal, yang diperlukan untuk mengisi kursi pimpinan panitia angket hanya lima orang.

  Proses penentuan komposisi pimpinan panitia angket diwarnai pembangkangan dari Drajad Wibowo. Dari lima anggota FPAN, hanya Drajad yang memilih opsi kedua. ’’Saya melihat FKB lebih berhak daripada FPPP,’’ tegas Drajad. Sejak awal pengusulan, FPPP menolak pengajuan hak angket.  

  Hasil voting memenangkan opsi pertama dengan 31 suara. Sementara opsi kedua hanya didukung 17 suara. Dalam voting penyusunan komposisi pimpinan panitia angket, jumlah suara 48 orang. Sebab, FPDS dan FBPD memberikan sikap tertulis. Dengan hasil tersebut, FKB tidak mendapat porsi pimpinan dalam panitia angket. Padahal, FKB adalah salah satu pengusul angket. ’’Kami sedikit kecewa. Tapi, ini bentuk kompromi politik,’’ ujar Ketua FKB Effendy Choirie.

  Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso melihat keputusan yang dihasilkan sudah memenuhi keinginan semua pihak. FPG dan FPDIP telah melepaskan kepentingan kelompoknya untuk berebut posisi ketua. ’’Zulkifli lebih diterima semua pihak,’’ tambahnya.

JAKARTA - Dua fraksi ’’gajah’’, FPG dan FPDIP, memilih jalan kompromi dalam perebutan posisi ketua panitia hak angket kenaikan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News