Angket BBM Diketuai Fraksi PAN
Setelah Golkar dan PDIP Kompromi
Kamis, 10 Juli 2008 – 07:19 WIB
Ketua DPR Agung Laksono (kanan) memberi ucapan selamat kepada Ketua Pansus Angket terpilih Zulkifli Hasan (tiga dari kiri) dari PAN, usai rapat pemilihan ketua Pansus Angket di Gedung MPR/DPR, Jakarta. Foto: MUHAMAD ALI/JP
JAKARTA - Dua fraksi ’’gajah’’, FPG dan FPDIP, memilih jalan kompromi dalam perebutan posisi ketua panitia hak angket kenaikan harga BBM. Mereka yang semula sama-sama ngotot menduduki kursi strategis itu sepakat menyerahkan jabatan tersebut kepada Ketua Fraksi PAN Zulkifli Hasan. Pemilihan ketua diawali dengan voting untuk menentukan komposisi pimpinan panitia angket. Setelah lobi sekitar dua jam, ditentukan dua opsi. Pertama, komposisi pimpinan panitia angket disusun sesuai proporsional jumlah kursi. Artinya, satu ketua dan empat wakil ketua diberikan kepada FPG, FPDIP, FPD, FPPP, dan FPAN. Hasil voting memenangkan opsi pertama dengan 31 suara. Sementara opsi kedua hanya didukung 17 suara. Dalam voting penyusunan komposisi pimpinan panitia angket, jumlah suara 48 orang. Sebab, FPDS dan FBPD memberikan sikap tertulis. Dengan hasil tersebut, FKB tidak mendapat porsi pimpinan dalam panitia angket. Padahal, FKB adalah salah satu pengusul angket. ’’Kami sedikit kecewa. Tapi, ini bentuk kompromi politik,’’ ujar Ketua FKB Effendy Choirie.
Terpilihnya Zulkifli itu di luar skenario. Bahkan, FPAN sendiri mengusulkan Drajad Wibowo atau M. Najib. ’’Sosok Zulkifli Hasan bisa diterima semua pihak,’’ kata Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso usai rapat perdana panitia angket Rabu (8/7). Sosok Drajad Wibowo tak diterima kubu pendukung pemerintah karena selalu bersikap oposisi.
Pemilihan ketua panitia angket dilakukan secara voting. Langkah tersebut dilakukan setelah musyawarah mufakat mengalami deadlock. Dalam rapat yang dihadiri 46 dari 50 anggota panitia angket tersebut, Zulkifli Hasan mendapat 28 suara. Sedangkan calon dari FPDIP, Bambang Wuryanto, mendapat 18 suara. Dua kandidat lain, Sutan Bathoegana (FPD) dan Efiyardi Asdar (FPPP), masing-masing tak mendapat dukungan. Dua wakil dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS) dan Fraksi Partai Bintang Pelopor Demokrasi (FBPD) tidak hadir.
Baca Juga:
Komposisi opsi kedua sama dengan komposisi opsi pertama, hanya posisi FPPP digantikan Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB). Opsi tersebut untuk menghormati FKB sebagai salah satu pengusul hak angket. FKB sendiri, secara proporsional, menduduki posisi keenam dalam perolehan kursi di DPR. Padahal, yang diperlukan untuk mengisi kursi pimpinan panitia angket hanya lima orang.
Proses penentuan komposisi pimpinan panitia angket diwarnai pembangkangan dari Drajad Wibowo. Dari lima anggota FPAN, hanya Drajad yang memilih opsi kedua. ’’Saya melihat FKB lebih berhak daripada FPPP,’’ tegas Drajad. Sejak awal pengusulan, FPPP menolak pengajuan hak angket.
Baca Juga:
Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso melihat keputusan yang dihasilkan sudah memenuhi keinginan semua pihak. FPG dan FPDIP telah melepaskan kepentingan kelompoknya untuk berebut posisi ketua. ’’Zulkifli lebih diterima semua pihak,’’ tambahnya.
JAKARTA - Dua fraksi ’’gajah’’, FPG dan FPDIP, memilih jalan kompromi dalam perebutan posisi ketua panitia hak angket kenaikan
BERITA TERKAIT
- Adidaya Institute Rilis Survei MBG dan BGN Era Sudaryono, Ini Hasilnya
- MK Tak Kabulkan Gugatan Ijazah Gibran, Gerindra Minta Polemik Dihentikan
- Polemik Ijazah Gibran, Pengamat Pertanyakan Siapa yang Gagal Memverifikasi
- Respons Dasco soal MK Tak Menemukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA
- Versi Guntur, Kebohongan Gibran Lulus SMA Telah Tercatat Dalam Putusan Negara
- MK Tak Temukan Ijazah Gibran, Deddy PDIP Langsung Serukan Hak Angket
JPNN.com




