JPNN.com

Angklung dan Egrang Hebohkan Pembukaan Indonesia-Japan Festa 2019

Minggu, 06 Oktober 2019 – 14:20 WIB Angklung dan Egrang Hebohkan Pembukaan Indonesia-Japan Festa 2019 - JPNN.com
Pembukaan Indonesia-Japan Festa 2019 berlangsung meriah, Sabtu (5/10) pagi. Kegiatan yang berlangsung dua hari, 5-6 Oktober dipusatkan di Minato-Machi Riverplace Plaza Namba Hatch, Osaka. Foto: Humas Kemenpar

jpnn.com, OSAKA - Pembukaan Indonesia-Japan Festa 2019 berlangsung meriah, Sabtu (5/10) pagi. Panitia berhasil menorehkan kesan terbaik lantaran pengunjung diajak serta bermain angklung

Semua tampak antusias membunyikan alat musik tradisional tersebut. Selain itu, Egrang dengan kostum Carnaval berbentuk burung Garuda juga jadi pisah perhatian.

Selain Konjen RI di Osaka Mirza Nurhidayat, pembukaan dihadiri pula oleh Director of Internasional Osaka City Gov, Aya Wada; dan Executive Director of International Relations Osaka Prefectural Government, Harimoto dan Kepala Bidang Pemasaran Area I Taufik Nurhidayat. Semuanya memainkan angklung dengan nada yang berbeda.

Konjen RI di Osaka Mirza Nurhidayat mengatakan permainan angklung menjadi bentuk konsistensi bahwa Indonesia-Japan Festa 2019 merupakan wadah untuk menampilkan beragam pertunjukan budaya. Termasuk produk-produk ekonomi kreatif.

Seperti diketahui, Indonesia-Japan Festa 2019 berlangsung selama dua hari, tanggal 5-6 Oktober. Kegiatan dipusatkan di Minato-Machi Riverplace Plaza Namba Hatch, Osaka. 

"Selain angklung, ada banyak pertunjukan seni budaya lain yang ditampilkan. Kita berharap semua dapat menarik masyarakat Jepang, yang akhirnya membuat mereka tergugah untuk berkunjung ke Indonesia. Kemenpar juga mempersembahkan dukungan kepada kami dengan menghadirkan tim kesenian, penampilannya pun sangat apik. Ada Egrang perkusi lagu moshimo mata Otsuka, Tari Ofalangga (NTT), Tari perkusi Nusantara

Gemufamire,” kata Konjen semringah.

Mirza menambahkan, Indonesia-Japan Festa sudah memasuki tahun kedua. Ia berharap event ini akan selalu digelar dan menjadi besar dari tahun ke tahun. Menurutnya, masyarakat Jepang memang harus disentuh secara personal. Dengan cara itu, mereka akan cinta pada Indonesia dan selalu ingat dengan turun temurun.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...