Anies Betepe

Oleh Dahlan Iskan

Anies Betepe
Dahlan Iskan.

Yang saya tahu Sandrina memang punya cafe, tetapi hanya satu. Itu pun jauh di BSD, Barat Jakarta sana.

Namanya pun bukan keprancis-prancisan tetapi kespanyol-spanyolan: nama panggilan ibunya. Sang ibu --seorang diplomat-- memang menguasai tujuh bahasa asing.

Mungkin karena sang ibu bisa berbahasa Prancis maka Tous Les Jours dianggap pastilah milik Sandrina.

Padahal orang Korea yang ternyata suka pinjam kata-kata Prancis itu. Demi marketing. Satu lagi yang juga milik Korea dengan nama keparis-parisan: Paris Baguette. Juga toko roti. Juga laris. Di seluruh Asia.

Namun bagaimana bisa perusahaan Korea punya poster anti-Natal dan anti-Imlek seperti itu?

Bukankah mereka juga Kristen dan bermata sipit?

Rupanya ini urusan marketing pula. Rupanya toko roti itu lagi mengurus sertifikat halal. Entah dapat ilmu dari mana manajemennya menyimpulkan sendiri: Natal itu tidak halal. Begitu juga Imlek.

Maka selama masa uji oleh tim halal dari majelis ulama dibuatlah poster itu. Mungkin dengan maksud agar Tous Les Jours cepat dianggap halal sehalal-halalnya.

Padahal tidak ada persyaratan seperti itu.

Pertemuan Anies-Ahok pasti sangat meredakan. Pasti lebih seru dari adegan Denny Jagur OVJ merayu Najwa Shihab.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News