Anies Terapkan Contract Farming, Gagal Panen Bakal Ditanggung Negara

Anies Terapkan Contract Farming, Gagal Panen Bakal Ditanggung Negara
Capres RI Anies Baswedan saat kampanye akbar di Bantul DI Yogyakarta pada Selasa (23/1/2024). Foto: Timnas AMIN

jpnn.com, JAKARTA - Juru bicara Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau AMIN Hasreiza mengatakan bahwa memilih menjalani profesi petani berarti hidup di antara ketidakpastian.

Entah itu karena iklim, hama atau turunnya harga jual. Ditambah lagi, petani miskin di Indonesia bertambah sebanyak 18,64 persen dibandingkan 10 tahun lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani gurem alias petani yang memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar pada 2023 mencapai 16,89 juta sedangkan di tahun 2003 jumlahnya 14,25 juta.

Hasreiza atau Reiza Patters ini menyampaikan, di tengah ketidakpastian yang melanda usaha pertanian ini, negara seharusnya hadir.

Kehadiran negara akan diwujudkan paslon nomor urut 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar jika terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029, melalui program contract farming atau pertanian dengan perjanjian.

"Petani sebenarnya diberikan fasilitas KUR (Kredit Usaha Rakyat) pertanian. Plafon KUR ini bisa sampai Rp 500 juta yang dapat digunakan oleh petani untuk modal kerja menanam plus kebutuhan hidup selama menunggu panen. Sehingga mengurangi ketergantungan petani pada tengkulak,” kata Reiza, Kamis (1/2).

Dia juga mengatakan pada prakteknya, bank penyalur KUR Pertanian ini menerapkan banyak persyaratan yang cukup sulit untuk dipenuhi petani, khususnya jaminan pinjaman, dengan alasan untuk mengurangi risiko terjadinya Non Performing Loan.

“Seharusnya negara hadir untuk itu dengan memberikan jaminan kebijakan kepada Bank penyalur KUR Pertanian tersebut agar memudahkan pencairan kepada petani untuk mendorong produksi mereka saat panen,” ujarnya menjelaskan.

Juru bicara Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau AMIN Hasreiza mengatakan bahwa memilih menjalani profesi petani berarti hidup di antara ketidakpastian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News