JPNN.com

Ansy Lema Perjuangkan Puluhan Ekor Kambing dan Sapi untuk Dukung Peternakan Rakyat di NTT

Jumat, 08 Januari 2021 – 15:56 WIB
Ansy Lema Perjuangkan Puluhan Ekor Kambing dan Sapi untuk Dukung Peternakan Rakyat di NTT - JPNN.com
Tampak puluhan ekor sapi untuk mendukung peternakan rakyat di NTT yang merupakan hasil kerja sama Ansy Lema dengan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan. Foto: Dok. TA Ansy Lema

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema berhasil memperjuangkan bantuan 75 ekor kambing dan 60 ekor sapi untuk mendukung kemajuan peternakan rakyat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tahun 2020.

Bantuan berupa bibit kambing dan sapi ini merupakan hasil kerja sama Ansy dengan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan).

“Sejak berada di Komisi IV DPR RI yang juga membidangi peternakan, saya sudah mendorong Kementan untuk memberikan bantuan ternak kepada peternak di NTT. Bantuan bibit kambing dan sapi diberikan untuk menggairahkan peternakan rakyat, meningkatkan populasi ternak yang berujung peningkatan produksi ternak masyarakat serta meningkatkan skala usaha rumah tangga peternak di NTT,” ujar Ansy di Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Ansy Lema Perjuangkan Puluhan Ekor Kambing dan Sapi untuk Dukung Peternakan Rakyat di NTT

Adapun rincian daerah yang menerima bantuan ternak adalah Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dua kelompok peternak dari setiap kabupaten tersebut masing-masing memperoleh 25 ekor kambing dan 20 ekor sapi.

Ansy Lema Perjuangkan Puluhan Ekor Kambing dan Sapi untuk Dukung Peternakan Rakyat di NTT

“Semua bantuan ini berdasarkan usulan Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) dari kelompok sehingga bantuan ini tepat sasar dan sampai ke tangan penerima,” kata Ansy.

Ansy mengaku memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sektor peternakan di NTT. NTT sempat mengalami masa keemasan sebagai salah satu lumbung ternak nasional pada beberapa dekade lampau.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...