Antisipasi Perekrutan Wanita Sebagai Pelaku Bom Bunuh Diri

Antisipasi Perekrutan Wanita Sebagai Pelaku Bom Bunuh Diri
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, pihaknya ikut bertanggung jawab mencegah agar peristiwa bom bunuh diri seperti yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Rabu (24/5) lalu, tidak kembali terulang.

Caranya, dengan berupaya terus menerus mengembangkan pendekatan secara preventif di tengah masyarakat, lewat pendidikan keagamaan yang lebih baik.

"Hal yang dilakukan Kemenag pada tahapan preventif, mengajarkan nilai-nilai agama pada substansi dan esensi sesungguhnya. Karena dalam agama apa pun tidak dikenal ajaran untuk mencelakakan diri sendiri dalam ibadah," ujar Lukman.

Menurut Lukman, upaya preventif sangat penting apalagi saat ini tren pelaku bom bunuh diri tidak hanya melibatkan kaum lelaki. Namun juga kaum perempuan.

Terbukti, beberapa waktu lalu kelompok teroris Indonesia pernah merekrut seorang wanita yang disiapkan untuk menjadi pengantin bom bunuh diri.

"Ini memang sudah menjadi trend, perempuan dinilai lebih efektif menjadi pengantin bom bunuh diri," ucap Lukman.

Perempuan diproyeksikan sebagai martir, karena dinilai lebih luwes dan melemahkan lelaki. Perekrutan perempuan biasanya dilakukan dengan modus pernikahan.

Karena itu penting pengajaran yang baik, sehingga masyarakat dapat mengantisipasi setiap upaya yang ada.

Beberapa waktu lalu Densus 88 diketahui telah menangkap Dian Yulia Novi (DYN). Ia ditangkap di Jalan Bintara Jaya VIII, Kota Bekasi, Jawa Barat pada 11 Desember 2016 lalu. Dian diketahui dipersiapkan sebagai calon pengantin bom bunuh diri.(gir/jpnn)


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, pihaknya ikut bertanggung jawab mencegah agar peristiwa bom bunuh diri seperti yang terjadi di Terminal


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News