APD Menumpuk, Aneh, Ada Apa Ini?

APD Menumpuk, Aneh, Ada Apa Ini?
DPRD Kabupaten Pasaman Barat melakukan inspeksi mendadak ke gudang Dinas Kesehatan melihat APD yang menumpuk senilai Rp2,1 miliar lebih. Foto: Antara

"APDnya sudah ada namun belum dibayarkan karena menunggu pengecekan inspektorat," ujarnya.

APD yang dibeli itu ada sekitar 11 item di antaranya ada masker, pelindung mata, pelindung wajah, sarung tangan dan sejumlah APD lainnya.

"APD ini diperuntukkan untuk Puskesmas yang ada di Pasaman Barat, Rumah Sakit Yarsi dan untuk fasilitas kesehatan lainnya," katanya.

Pihaknya sangat hati-hati dalam pengadaan APD ini. Barang APD setelah sampai dititip di gudang farmasi Dinas Kesehatan. Setelah itu diperiksa oleh tim panitia barang dan inspektorat.

"Kami meminta pendampingan ke Inspektorat sehingga APD per item diperiksa sebelum dibagikan. Sore kemarin pemeriksaan sudah selesai dan akan mulai dibagikan Senim depan," jelasnya.

Terkait berakhirnya masa PSBB pihaknya mengatakan APD yang dibeli bisa digunakan untuk cadangan di Puskesmas karena masa COVID-19 ini tidak jelas kapan berakhirnya.

Sementara itu salah seorang panitia penerima barang, Aflion membenarkan pihaknya belum selesai memeriksa barang dan belum menandatangani dan menerima barang itu.

"Kami sangat hati-hati menerima barang. Kalau tidak lengkap tentu belum kami terima karena masih ada yang kami minta," ujarnya. (antara/jpnn)

Alat pelindung diri (APD) yang menumpuk senilai Rp2,1 miliar lebih berada di gudang Dinas Kesehatan.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News