Arief Poyuono: Enggak Perlu Kesal Menyikapi Pinjol, Kangmas Jokowi

Arief Poyuono: Enggak Perlu Kesal Menyikapi Pinjol, Kangmas Jokowi
Pinjaman online (pinjol). Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus Gerindra Arief Poyuono meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi), tidak emosional menyikapi banyaknya orang yang terlilit utang besar akibat pinjaman online (pinjol) ilegal.

"Enggak perlu emosi dan kesal, ya, Kangmas Jokowi tentang pinjol," kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (FSP BUMN) Bersatu itu melalui layanan pesan, Minggu (17/10).

Menurut Arief, ada makna dalam dari banyaknya orang terjerat utang pinjol ilegal. Misalnya, pemerintah bisa memberikan kemudahan pengajuan pinjaman kepada masyarakat kecil untuk berusaha.

"Dorong perbankan nasional khususnya perbankan BUMN bisa menjalankan fungsi intermediasi hingga ke masyarakat perekonomian kelas bawah," ujar pramugara Merpati Nusantara itu.

Menurut Arief, maraknya pinjol legal atau ilegal pada dasarnya menunjukkan masyarakat tidak memiliki uang.

Terlebih lagi, banyak masyarakat menggunakan uang pinjol untuk belanja memenuhi kehidupan sehari-hari.

"Memang saat ini masyarakat kecil banyak yang tidak punya tabungan alias pendapatan keluarganya tidak mencukupi untuk kehidupan keluarga mereka, sehingga pinjol jadi alternatif," ujar Arief.

Presiden Joko Widodo sebelumnya bereaksi menyikapi banyak masyarakat lapisan bawah terjerat pinjaman online.

Politikus Gerindra Arief Poyuono meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak emosional menyikapi banyaknya orang terlilit utang besar akibat pinjaman online (pinjol) ilegal.