Arief Yahya Kembali Raih Penghargaan Bergengsi

Arief Yahya Kembali Raih Penghargaan Bergengsi
Arief Yahya. Foto: Kemenpar

Melihat potensi ini, pemain digital besar seperti Google, Baidu, dan Tripadvisor dirangkulnya, selain tetap mengandalkan gaya lama melalui televisi, majalah, koran, radio, bahkan mmedia daring. Dengan gempuran branding di semua lini wajar bila Indonesia pun masuk Top 20 Fastest Growing Tourism Industry in The World.

“Saya memang membuat framework yang sudah menjadi rumus di Kemenpar. Strategi promosi dengan BAS, Branding Advertising Selling. Strategi Marketing dengan DOT, matching antara Destinasi Originasi Timeline. Strategi Media dengan POSE, Paid Own Social Media dan Endorser,” ungkap Arief Yahya.

Langkah taktis juga dilakukan Arief bersama gerbong Kemenpar-nya kala menyikapi erupsi Gunung Agung di Bali juga dipuji. Tidak mudah berkolaborasi dengan seluruh pelaku industri di Bali.

Menpar Arief Yahya bisa diterima dengan mudah oleh industri pariwisata dan semua asosiasinya dengan baik.

“Saya senang, karena hampir semua kompak! Itu modal nomor satu untuk cepat recovery, solid. Siap berkolaborasi, karena kita sama-sama susah oleh aktivitas vulkanik yang mengancam penutupan bandara itu,” jelas Arief Yahya di Denpasar.

Dia masih ingin mengejar panen pariwisata  melalui momentum perayaan Tahun Baru 2018. Meskipun itu banyak yang mencibir, dan dianggap mission impossible, upaya reborn pun dilakukan secara masif.

Menggelar atraksi besar-besaran, meyiapkan paket hotbdeal,  promo menarik, sampai gencar berkampanye dengan berbagai treatmment termasuk memanfaatkan kekuatan media sosial.

Hasilnya, rata-rata jumlah harian kunjungan wisatawan asing naik dari lima ribu menjadi sembilan ribu, dan sebelas ribu pascaerupsi Gunung Agung.

Tak akan lari gunung dikejar! Kalau sudah menetapkan tujuan, tidak akan ada yang bisa menghalangi untuk sampai ke alamat akhir.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News