JPNN.com

Armenia dan Azerbaijan Kirim Senjata Berat ke Garis Depan

Rabu, 30 September 2020 – 05:33 WIB
Armenia dan Azerbaijan Kirim Senjata Berat ke Garis Depan - JPNN.com
Video yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Armenia menunjukkan tank yang diklaim sebagai milik Azerbaijan dalam operasi di Nagorno-Karabakh. Foto: ANTARA FOTO/Kementerian Pertahanan Armenia / Handout via REUTERS

jpnn.com, BAKU - Pasukan militer Armenia dan Azerbaijan masing-masing menyatakan bahwa pihaknya mengirimkan persenjataan berat ke medan pertempuran keduanya di Nagorno-Karabakh, Selasa (29/9).

Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan pihak lawan telah berusaha memulihkan diri dari kekalahan mereka dengan meluncurkan serangan balasan yang mengarah ke kota Fizuli, Jabrayil, Agdere dan Terter.

Dalam keterangannya, kementerian menyebut bahwa pada pagi hari terjadi pertempuran di sekitar Fizuli, dan militer Armenia menyerang wilayah Dashkasan di perbatasan antara kedua negara, yang berjarak sekitar 200 kilometer dari Nagorno-Karabakh.

Armenia menyangkal pernyataan lawannya tersebut namun melaporkan terjadi pertempuran pada malam hari, serta menyebut bahwa tentara Nagorno-Karabakh menangkal serangan dari beberapa arah sepanjang lokasi kontak senjata.

Nagorno-Karabakh adalah wilayah yang berada di dalam Azerbaijan namun ditinggali dan dikelola oleh orang-orang Armenia, dan juga disokong oleh Pemerintah Armenia. Kawasan ini terpisah dari Azerbaijan dalam sebuah perang di tahun 1990-an, namun tidak diakui sebagai republik independen oleh negara manapun.

Konflik yang saat ini pecah antara pasukan Armenia dan Azerbaijan, terparah sejak 2016 lalu, memantik perhatian terhadap stabilitas di kawasan Kaukasus Selatan --sebuah koridor yang menyalurkan minyak dan gas ke pasar dunia.

Kedua belah pihak saling menuduh bahwa pihak lawan menggunakan persenjataan berat dalam pertempuran yang telah mengakibatkan sejumlah orang tewas.

Pada Minggu (27/9), Azerbaijan melaporkan kematian lima orang dalam satu keluarga. Sementara pada Selasa ini, Armenia menyebut bahwa seorang anak perempuan berusia sembilan tahun terbunuh dalam penyerangan, dan ibu serta saudara laki-lakinya terluka.

Sumber Antara

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil