Special Public Lecture UICI

Artificial Intelligence Bakal Tentukan Masa Depan Dunia

Artificial Intelligence Bakal Tentukan Masa Depan Dunia
Perekayasa Ahli Utama, Organisasi Riset Pengkajian Penerapan Teknonologi-Badan Riset Inovasi Nasional (OR PPT BRIN) Dr. Ir. Hammam Riza dalam acara Special Public Lecture yang diselenggarakan oleh Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) bertema 'Artificial Intelligence and Machine Learning for Higher Education' pada Kamis (13/1/2022) secara virtual. Foto: Tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari kini makin meningkat.

AI dianggap sebagai salah satu solusi untuk mengerjakan berbagai tugas dan memecahkan masalah.

Perekayasa Ahli Utama, Organisasi Riset Pengkajian Penerapan Teknonologi-Badan Riset Inovasi Nasional (OR PPT BRIN) Dr. Ir. Hammam Riza mengatakan masa depan dunia akan ditentukan oleh AI.

“Siapa yang memimpin bidang AI pada tahun 2030, akan memimpin dunia hingga pada 2100,” kata Hammam dalam acara Special Public Lecture yang diselenggarakan oleh Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dengan tema “Artificial Intelligence and Machine Learning for Higher Education” pada Kamis (13/1/2022) secara virtual.

Selain Hammam, hadir sebagai narasumber adalah Dosen Ilmu Komputer & Keamanan Siber University of South Carolina Aiken Houssain Kettani, Ph.D; Wakil Rektor Bidang Akademik, Penelitian & Pengembangan, serta Kemajuan Digital UICI Dr. Eng. Jaswar Koto; dan Dekan Malaysia-Japan International Institute, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Prof. Ali Selamat.

Pada kesempatan itu, Hammam menyampaikan banyak negara saat ini telah membangun rencana strategis implementasi AI. Pengembangan AI sendiri saat ini masih dikuasai oleh Amerika Serikat.

Namun, perlahan hal itu akan disusul oleh China yang menjadikan AI sebagai prioritas negara pada tahun 2030.

Untuk Indonesia sendiri, Hammam menjelaskan BRIN-BPPT pada 2020 telah meluncurkan strategi nasional AI bersama 11 institusi litbang dan pemerintah, 11 perguruan tinggi, 6 komunitas, dan 9 industri.

Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari kini makin meningkat.