Arwah Terpidana Mati Gentayangan Menuntut Balas ke Jaksa Agung

Arwah Terpidana Mati Gentayangan Menuntut Balas ke Jaksa Agung
Pengacara Zainal Abidin, Ade Yuliawan saat memberikan keterangan pers seputar Surat Testimoni dari Zainal. Foto: Aris Andrianto, diambil dari The Canberra Times.

jpnn.com - JAKARTA - Zainal Abidin menebar ancaman. Sejauh ini, terpidana mati yang satu-satunya Warga Negara Indonesia (WNI) ang bakal bergabung dalam drama eksekusi mati bersama dengan terpidana mati tahap kedua belum menerima ikhlas hukuman yang dijatuhkan.

Sampai mati pun, Zainal tidak akan menerima hukuman yang menjeratnya karena ia sendiri tidak melakukan apa yang dituduhkan.

"Saya tidak bisa menerima perlakuan ini. Hukum tidak adil buat saya. Untuk orang-orang kecil seperti saya," tulis Zainal dalam surat yang dia buat pada 5 Maret itu.

Perlawanan Zainal ini diangkat kembali The Canberra Times, Senin (9/3). Zainal hanyalah seorang buruh pabrik berusia separuh baya di Palembang Sumatera Selatan, yang upahnya sehari berkisar antara 10 sampai 15 ribu rupiah.

Zainal mengatakan tidak hanya dirinya yang akan menuntut balas atas kematiannya. Selain dirinya, istri anak dan keturunannya akan menuntut.

Arwahnya kata dia yang gentayangan akan meminta pertanggungjawaban Jaksa Agung. "Apabila Bapak Jaksa Agung dan seluruh perangkat hukum yang terlibat dalam pelaksanaan eksekusi terhadap diri saya tetap memaksakan kehendak, maka arwah saya tidak tenang, gentayangan, akan menuntut balas termasuk kepada istri, anak, dan keturunannya. Ini dari lubuk hati saya yang paling dalam," tulis Zainal. (awa/jpnn)

 


JAKARTA - Zainal Abidin menebar ancaman. Sejauh ini, terpidana mati yang satu-satunya Warga Negara Indonesia (WNI) ang bakal bergabung dalam drama


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News