Asparindo & PT TDC Sepakat Sosialisasi Jadi Kunci Perkembangan Transaksi Digital

jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) dan Perusahaan digital PT Trans Digital Cemerlang (TDC) melihat sosialisasi dan edukasi gencar perlu dilakukan untuk mendorong penggunaan transaksi digital di kalangan pedagang pasar.
Ketua Umum Asparindo Y. Joko Setiyanto melihat sosialisasi saat ini belum efektif sampai ke kalangan masyarakat bawah.
Karena itu, menurut Joko, penggunaan transaksi digital misal QRIS di kelompok pedagang pasar masih sedikit.
"Kalau menyasar masyarakat bawah harus disosialisasikan lebih detail. Di Jabodetabek saja yang menggunakan baru berapa," ujar Joko saat dihubungi, Selasa (17/9).
Dari amatan Asparindo, penggunaan transaksi digital di pedagang tradisional memiliki sejumlah kendala. Misalnya, mereka masih awam dalam penggunaan teknologi, sehingga sosialisasi dan edukasi jadi salah satu hal yang krusial.
"Pemerintah jangan terlalu elitis cara penyampaiannya. Sosialisasi secara terus menerus perlu dilakukan. Kalau pedagang melihat QRIS kan' kayak gambar kumpulan cacing," tutur Joko.
Joko berujar, komunikasi yang disampaikan harus tepat dengan penggunaan kata-kata yang mudah dimengerti oleh kalangan pedagang pasar.
Menurutnya, asosiasi atau organisasi juga perlu dilibatkan sehingga kelompok-kelompok tertentu mau mendengarkan pesan yang disampaikan.
Direktur Utama PT TDC Indra menyakini sosialisasi dan edukasi terus dilakukan oleh seluruh stakeholder bidang digital
- Respons Kritik AS soal QRIS, Waka MPR Eddy Soeparno: Terbukti Membantu Pelaku UMKM
- Azka Aufary Ramli: Implementasi QRIS dan GPN Sebagai Wujud Kedaulatan Digital Indonesia
- Indonesia Terbuka soal Kritik Terhadap QRIS
- AS Kritik QRIS-GPN, Marwan Demokrat Minta Pemerintah Berdiri Tegak pada Kedaulatan Digital
- QRIS Simbol Kedaulatan Digital Indonesia, Hanif Dhakiri: Bukan Semata Alat Pembayaran
- QRIS Tap Pakai wondr by BNI, Mempermudah Masyarakat Bertransaksi, Lebih Cepat & Praktis