Respons Kritik AS soal QRIS, Waka MPR Eddy Soeparno: Terbukti Membantu Pelaku UMKM
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menegaskan Indonesia berhak dan wajib mengembangkan ekosistem keuangan digitalnya secara mandiri, inklusif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan merespons kritik pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap sistem pembayaran nasional Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“QRIS adalah bagian dari upaya besar kita dalam membangun ekosistem digital nasional yang inklusif. Teknologi ini telah terbukti membantu pelaku UMKM, memperluas akses transaksi nontunai, dan menciptakan efisiensi di berbagai sektor,” kata Eddy Soeparno.
Menurut Eddy, setiap negara tentu memiliki kepentingan strategis dalam menjaga kedaulatan ekonominya.
Karena itu, kebijakan Indonesia untuk mendorong penggunaan QRIS harus dilihat sebagai langkah wajar dan sah.
“Kita tidak sedang membatasi pihak luar, tetapi kita juga tidak bisa begitu saja membiarkan dominasi sistem asing tanpa kejelasan regulasi. Ini soal menjaga kemandirian ekonomi nasional,” tegasnya.
Eddy juga menanggapi isu keterbukaan pasar dan kompetisi sistem pembayaran dengan tegas namun terbuka.
Dia menekankan pentingnya prinsip keadilan dalam berkompetisi di sektor strategis ini.
Waka MPR Eddy Soeparno merespons kritis AS soal terhadap sistem pembayaran nasional QRIS, simak pernyataannya
- Sesmenko Perekonomian Beberkan Status Perjanjian ART Usai Putusan MA AS
- Bea Cukai Kediri Beri Pendampingan UMKM Agar Tembus Pasar Ekspor Lewat Kegiatan Ini
- OVO Ungkap Ada Pergeseran Ritme Digital saat Ramadan
- Waka MPR Dorong Percepatan Pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat Jadi Undang-Undang
- Hidayat Nur Wahid Dorong Percepatan Pembentukan Ditjen Pesantren di Kemenag
- GoPay Spiker Hadirkan Lebih Banyak Pilihan Suara Notifikasi, Transaksi Makin Aman & Seru
JPNN.com




