Australia Beri Sanksi Baru untuk Pejabat Iran karena Melanggar HAM dan Memasok Drone ke Rusia

Australia Beri Sanksi Baru untuk Pejabat Iran karena Melanggar HAM dan Memasok Drone ke Rusia
Meninggalnya Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral di Iran menimbulkan gelombang protes di dalam dan luar negeri. (AP: Francisco Seco)

Minggu lalu, Kepala Bidang Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei mengatakan pemerintah sudah mengampuni 22 ribu orang yang ikut serta dalam protes anti pemerintah.

Drone buatan Iran digunakan Rusia untuk menyerang Ukraina

Pemerintah Australia juga menjatuhkan sanksi terhadap 13 individu dan satu entitas yang terlibat dalam produksi dan pengiriman drone ke Rusia.

"Drone buatan Iran sudah digunakan oleh Rusia dengan sasaran penduduk sipil dan infrastruktur sipil di Ukraina," kata pernyataan Menlu Wong.

"Daftar sanksi ini menunjukkan bahwa akan ada konsekuensi bagi siapa saja yang memberikan bantuan kepada Rusia.

"Australia berdiri bahu-membahu dengan warga Iran dan dengan warga Ukraina."

Keputusan ini dikeluarkan di saat Presiden Rusia Vladimir Putin membuat kunjungan mengejutkan ke Mariupol, wilayah Ukraina yang sekarang dikuasai Rusia, hanya beberapa hari setelah Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) mengeluarkan perintah penahanan terhadap presiden Rusia tersebut dengan tuduhan memerintahkan deportasi ilegal ratusan anak-anak dari Ukraina.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dijadwalkan berkunjung ke Moskow hari Senin (20/03) untuk bertemu dengan Presiden Putin.

Presiden Putin menyebut Presiden Xi "sebagai sahabat lama yang baik" dan mengatakan menyambut baik "keinginan Tiongkok untuk memainkan peran konstruktif dalam penyelesaian krisis."

Pemerintah Australia menjatuhkan sanksi baru terhadap 14 individu perorangan dan 14 lembaga karena 'pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Iran

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News