Awal Tahun, Menteri LHK Kebut Kerja

Awal Tahun, Menteri LHK Kebut Kerja
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar bersama pelajar peserta lomba. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN

Pada 16 Januari, dimulai agenda Festival Iklim ke-2 tahun 2018. Agenda ini menandakan 3 tahun komitmen Indonesia dalam menghadapi dampak perubahan iklim, dengan indikator kemajuan yang cukup signifikan.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 8 Menteri Kabinet Kerja dilibatkan mendukung acara ini dengan menyampaikan berbagai pesan publik terkait perubahan iklim.

Empat Menteri diantaranya hadir langsung di Manggala, yakni Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo; Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas, Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignatius Jonan.

Lalu 17 Januari, Menteri Siti bertolak ke Kota Bandung, guna menghadiri Ratas membahas penataan Sungai Citarum dengan sejumlah Menteri Kabinet Kerja, dipimpin Presiden Jokowi dan Wapres JK, di Graha Wiksa Praniti.

Masih dalam semangat mensosialisasikan program kerja KLHK, 18 Januari, Menteri Siti melakukan pertemuan dengan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia atau PGI.

Sementara itu pada 19 Januari, tiga agenda besar dihadiri Menteri Siti dalam satu hari. Sejak pagi ia telah menerima Wakil Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Mr. Arata Takebe di ruang kerjanya. Mereka membahas berbagai rencana kerjasama bidang LH.

''Ada dua subyek lainnya yang saya usulkan dalam pertemuan ini, yaitu usulan kerjasama pengelolaan Danau atau sister lake, dan kerjasama tentang manajemen Taman Nasional atau sister national park. Usul inipun disambut baik, dan direncanakan akan dimulai tahun ini,'' kata Menteri Siti usai pertemuan.

Di hari yang sama, Menteri Siti memimpin langsung Media briefing persiapan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, dan mengikuti rangkaian akhir diskusi Environmental Outlook 2018.

Menteri LHK Siti Nurbaya gencar menyampaikan program kehutanan terutama perhutanan sosial yang diharapkan bisa mengangkat ekonomi masyarakat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News