Minggu, 20 Januari 2019 – 12:18 WIB

Awas, Gangguan Pencernaan Akibat Hobi Makan Gorengan

Jumat, 11 Januari 2019 – 04:09 WIB
Awas, Gangguan Pencernaan Akibat Hobi Makan Gorengan - JPNN.COM

jpnn.com - Meski tahu gorengan jauh dari sehat, tapi banyak orang yang tak bisa lepas dari makanan jenis ini. Kudapan yang kerap dijajakan di gerobak pinggir jalan ini selalu menggoda selera, apalagi jika baru diangkat dari penggorengan, dan dimakan dengan saus atau cabai rawit!

Namun, waspadalah, ada satu lagi alasan Anda untuk mengurangi, membatasi, bahkan menghentikan konsumsi gorengan. Pasalnya, hobi makan gorengan bisa mengakibatkan terjadinya gangguan pencernaan.

Dianggap nikmat, praktis, mengenyangkan, plus harganya yang murah, gorengan sampai saat ini masih digandrungi banyak kalangan. Padahal, dikatakan oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter, gorengan tak baik untuk kesehatan. Pada dasarnya, pengolahan makanan dengan cara digoreng biasanya membuat nutrisi dalam sebuah makanan jadi “ternoda”. Lemak yang ada bisa berubah menjadi lemak jahat.

"Biasanya, minyak yang digunakan untuk menggoreng aneka gorenganlah yang kerap jadi biang kerok. Ini karena minyak tersebut membuat gorengan memiliki kandungan lemak jenuh dan trans,” kata dr. Jesslyn.

Waspada berbagai gangguan pencernaan

Salah satu gangguan yang bisa terjadi akibat terlalu sering mengonsumsi gorengan adalah gangguan pencernaan, seperti sulit buang air besar (konstipasi) dan diare.

"Makanan berlemak seperti gorengan dapat merangsang kontraksi pada saluran pencernaan. Alhasil, pengosongan lambung menjadi lebih lambat dan Anda akan semakin sulit buang air besar. Di satu sisi, makanan jenis ini juga dapat meningkatkan kontraksi pada saluran cerna dan membuat diare semakin parah," jelas dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, makanan yang digoreng umumnya mengalami perubahan kandungan nutrisi, yakni kehilangan kandungan air dan peningkatkan kadar lemak. Apalagi jika makanan digoreng dengan minyak yang dipakai berulang-ulang, kadar lemak transnya pun makin tinggi.

Sumber : Klikdokter
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar