Awas! Harga Beras Global Bergejolak

Awas! Harga Beras Global Bergejolak
Harga beras global yang mulai bergejolak. Foto: Ricardo/JPNN.com

"Namun, harga global akan meningkat dan pembeli harus menerima kenaikan ini. Juga akan ada negosiasi ulang antara pembeli dan penjual pada beberapa kontrak," ujar Nur Hidayat.

Menurut Nur Hidayat, Kementerian Perdagangan India juga mengatakan kontrak beras basmati senilai kurang dari USD 1.200 dapat ditinjau oleh komite pemerintah dan laporannya akan diserahkan dalam waktu satu bulan.

"Kebijakan tersebut tidak hanya mengguncang persediaan bahan makanan pokok secara keseluruhan, tetapi juga memiliki implikasi signifikan bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang mengimpor beras dari India," ungkap Nur Hidayat.

Nur Hidayat membeberkan di tengah langkah keras India dalam membatasi ekspor berasnya, Indonesia dihadapkan pada permasalahan yang makin rumit.

Langkah-langkah yang diambil oleh India, seperti penetapan harga dasar untuk ekspor beras basmati dan pemberlakuan pajak ekspor untuk beras pratanak, menciptakan ketidakpastian di pasar global.

Selain itu, kebijakan ini terutama mempengaruhi negara-negara yang sangat bergantung pada impor beras, dan Indonesia tergolong dalam kategori ini.

"Dampaknya terasa dalam bentuk kenaikan harga beras di tingkat internasional, menyulitkan negara-negara yang harus membayar lebih mahal untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri," ungkap Nur Hidayat.

Nur Hidayat mengingatkan di tengah situasi perekonomian yang belum pulih sepenuhnya akibat pandemi, lonjakan harga beras bisa memperburuk beban ekonomi dan sosial yang ada.

Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Ekonom & CEO Narasi Institute Achmad Nur Hidayat memperingatkan terkait harga beras global yang mulai bergejolak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News