Awas, Marak Pencurian Data Kartu Kredit Pelanggan Restoran

Awas, Marak Pencurian Data Kartu Kredit Pelanggan Restoran
Ilustrasi. FOTO: getty images

jpnn.com - SURABAYA - Mahasiswa salah satu PTN terkenal di Surabaya ini cukup cerdik. Memanfaatkan kelengahan para pelanggan restoran yang menggunakan kartu kredit saat bertransaksi, Agile Hardya Cristian, 24, berhasil membeli barang-barang online. Namun aksinya itu akhirnya dihentikan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. 

Agile, yang tinggal di Jalan Simo Gunung Kramat itu tidak beraksi sendiri. Dia dibantu temannya,  Vino Martinsyah, 30, warga Jalan Banyu Urip. 

Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti menerangkan, kejahatan yang dilakukan mahasiswa itu adalah dengan mencuri data kartu kredit dari pelanggan restoran di kawasan Manyar. 

Biasanya, pelanggan kerap memakai kartu kredit sebagai alat pembayaran. Kartu tersebut diberikan langsung kepada pelayan untuk digesek di mesin khusus. Sementara itu, pelanggan tetap duduk di meja makan. Nah, pada saat itulah, data pada kartu pelanggan tersebut dicuri. 

Vino adalah salah seorang pelayan di restoran tersebut. Vino bertugas mengambil data kartu kredit. 

Caranya cukup gampang. "Tersangka yang jadi pelayan itu tinggal memfoto bagian depan dan belakang kartu kredit," kata Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti kemarin (29/1).

Dari foto kartu kredit itu, bisa diambil empat data. Tiga di antara empat data tersebut berada di bagian depan data kartu kredit. Yakni, 16 digit nomor kartu kredit, nama pemilik, dan batas waktu. Di belakang kartu, ada data tentang card verification value. 

Vino memberikan empat data itu kepada Sigit Kiswantoro, 24, warga Jalan Kupang Gunung Barat, Surabaya. Sigit mengenal Vino lantaran pernah bekerja di restoran tersebut. Hanya, Sigit telah pindah kerja.

SURABAYA - Mahasiswa salah satu PTN terkenal di Surabaya ini cukup cerdik. Memanfaatkan kelengahan para pelanggan restoran yang menggunakan kartu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News