Awas, Penderita Penyakit ini Berisiko Gagal Jantung

Awas, Penderita Penyakit ini Berisiko Gagal Jantung
Ilustrasi - Setia si bocah obesitas asal Karawang saat akan menjalani penanganan medis di RSUD Karawang. Foto: dok.ANTARA/Ali Khumaini

Perut terasa sesak memungkinkan pasien tidak bisa makan lagi. Walaupun hanya makan sedikit perut sudah penuh karena berisi air.

Selain obesitas, penyebab gagal jantung juga meliputi otot jantung mengalami gangguan, kondisi jantung bawaan, gangguan irama terus menerus menyebabkan otot jantung lelah, serangan jantung, penyakit jantung katup bisa karena umur dan infeksi serta gaya hidup pasif.

Orang dengan gagal jantung tak lagi bisa tidur dalam posisi terlentang, tidak cukup hanya satu bantal melainkan ditopang dengan bantal tinggi atau bersandar pada meja.

Mereka juga cenderung tidur sambil tengkurap dengan berpenggangan pada meja. Selain itu, pasien pun mengeluhkan kaki bengkak, mudah capek disertai sesak dan berdebar-debar.

Pada posisi berdiri sehari-hari pasien umumnya tidak sesak, tetapi pada malam hari saat hendak tidur, cairan darah yang terkumpul di tungkai karena posisi berdiri begitu tidur menjadi sejajar sehingga darah segera menuju ke jantung dengan mudahnya.

"Itu bagi jantung yang sudah lemah bagaikan tsunami, pasien merasa sesak harus cepat-cepat duduk. Salah satu gejala yang mulai mengkhawatirkan, wajib konsul ke dokter," kata Antonia.

Mereka dengan kondisi gagal jantung umumnya mengalami sejumlah gejala.

Antara lain lemas, tak lagi bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, misalnya semula sanggup naik tangga lantai 3 sekarang hanya 1 lantai saja.

Penderita penyakit ini sebaiknya berhati-hati, karena sangat berisiko mengalami gagal jantung.

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News