Awas! Pertumbuhan Ekonomi Terhambat karena Kenaikan PPN jadi 12 Persen

Awas! Pertumbuhan Ekonomi Terhambat karena Kenaikan PPN jadi 12 Persen
Ekonom Center of Macroeconomics & Finance Indef Abdul Manap Pulungan mengingatkan pemerintah terkait rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12%. Ilustrasi/foto: dokumentasi JPNN.com/Ricardo

"Ini khawatirnya ketika PPN itu naik, orang-orang cenderung menahan plesiran, yang pada akhirnya menyebabkan sektor-sektor konsumsi yang bukan kebutuhan pokok itu menurun," ujar Abdul.

Dia menjelaskan kenaikan PPN juga mempunyai potensi berdampak terhadap inflasi.

Menurutnya, meski berbagai komoditas yang tak dikenakan PPN seperti beras, jagung, sagu dan komoditas lainnya, tetapi tidak ada jaminan bahwa harga komoditas tersebut akan terkendali di pasaran.

"Penjual itu akan reaktif ketika terjadi kenaikan PPN. Mereka tidak peduli, apakah komoditas yang dinyatakan tidak naik itu justru mereka naik, apalagi di pasar tradisional yang tidak terpantau," katanya.

Kekhawatiran tersebut ditambah dengan kondisi perekonomian global tahun ini yang masih dibayangi ketidakpastian.

Sebagai informasi, kenaikan PPN 12 persen merupakan salah satu rencana penyesuaian pajak pemerintah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Dalam UU HPP disebutkan bahwa berdasarkan Pasal 7 ayat 1 UU HPP, tarif PPN yang sebelumnya sebesar 10 persen diubah menjadi 11 persen yang sudah berlaku pada 1 April 2022 lalu, dan kembali dinaikkan 12 persen paling lambat pada 1 Januari 2025.

Dalam pasal 7 ayat 3, tarif PPN dapat diubah menjadi paling rendah 5 persen dan yang paling tinggi 15 persen. Namun, kata Airlangga, penyesuaian peraturan itu tergantung dari kebijakan pemerintah selanjutnya.(antara/jpnn)

Ekonom Center of Macroeconomics & Finance Indef Abdul Manap Pulungan mengingatkan pemerintah terkait rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12%


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News