Selasa, 16 Juli 2019 – 01:09 WIB

Ayo, Besok Ikut Nusantara Mengaji Khataman Akbar di Bekasi

Sabtu, 29 Oktober 2016 – 18:01 WIB
Ayo, Besok Ikut Nusantara Mengaji Khataman Akbar di Bekasi - JPNN.COM

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar selaku inisiator gerakan Nusantara Mengaji. Foto: dokumen JPNN.Com

JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar selaku inisiator gerakan Nusantara Mengaji mengajak seluruh lapisan masyarakat mengikuti khataman Alquran di Kota Bekasi, Minggu (30/10).

Rencananya, khataman akbar itu akan melibatkan  masyarakat warga Bekasi di 200 titik. Khataman Alquran itu merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional.

Muhaimin mengatakan, perjuangan para santri sejak era sebelum kemerdekaan terus berlanjut hingga kini. Bagi santi, perjuangan tidak sekadar secara fisik, tetapi juga spiritual.

"Seluruh usaha perjuangan umat Islam indonesia, sejak zaman pra-kemerdekaan hingga berhasil merebut kemerdekaan selalu berdasarkan usaha dan doa," ujarnya di Jakarta, Sabtu (29/10).

Politikus yang lebih akrab disapa dengan panggilan Cak Imin itu mengatakan, perjuangan santri tak lepas dari upaya umat Islam untuk membawa kemajuan. Kini, lanjutnya, peran santri adalah mengisi pembangunan.

Karenanya ia mengharapkan acara khataman Alquran besok  sebagai upaya melengkapi perjuangan secara fisik ikhtiar batin. “Mari kita jadikan, khataman dan tadarus Alquran ini, upaya riyadhah dan munajat yang melengkapi doa-doa kita, agar usaha lahiriyah dan batiniyah ini mempermudah dan melengkapi target-target keberhasilan yang kita raih," tutur Cak Imin yang rencananya besok juga akan menyampaikan ceramahnya.

Sedangkan Koordinator Nasional (Kornas) Nusantara Mengaji Jazilul Fawaid mengatakan, khataman akbar itu akan digelar di 56 kelurahan di Kota bekasi. Sedangkan kegiatan dipusatkan di Masjid Siti Rawani, Jatiasih, Bekasi yang disiarkan oleh sebuah televisi swasta melalui program acara Damai Indonesiaku.

Jazil menjelaskan, Nusantara Mengaji ingin menjadikan peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya sebagai seremonial, tetapi juga bagian gerakan Revolusi Mental.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar