Bagikan Ribuan Masker untuk Warga

Bagikan Ribuan Masker untuk Warga
Gunung Merapi diabadikan dari Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, (22/10) sehari setelah status dinaikkan menjadi siaga (Level 3). Warga dan wisatawan diharapkan tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari puncak Gunung Merapi yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Foto: HERMITIANTA/RADAR JOGJA
BOYOLALI - Status Gunung Merapi yang berubah menjadi siaga langsung disikapi petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Boyolali kemarin (22/10). Tim yang beranggota 16 orang itu membagikan tiga ribu masker kepada masyarakat. Sasaran utama adalah warga di kawasan rawan bencana (KRB) III di Desa Tlogolele. Begitu pula warga di KRB II, yakni Desa Klakah, dan Jrakah.

Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi warga dari debu akibat letusan Merapi. "Masker ini kami bagikan di daerah yang paling dekat dengan puncak Merapi, yakni Desa Tlogolele," jelas Komandan Tagana Boyolali Ichsanudin di sela pembagian masker.

Pembagian masker tersebut dibantu personal TNI, Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas), serta tim kesehatan dari Puskesmas Selo. "Jatah masker untuk warga enam ribu lembar, tapi yang dibagikan sementara tiga ribu lembar dulu," kata dia.

Ichsanudin menjelaskan, pembagian masker kemarin terbagi di tiga tempat. Yakni, di Desa Tlogolele 1.500 lembar, Klakah 800 lembar, dan Jrakah 700 buah. Menurut dia, masker itu sangat penting untuk mengantisipasi dampak debu vulkanik.

BOYOLALI - Status Gunung Merapi yang berubah menjadi siaga langsung disikapi petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Boyolali kemarin (22/10). Tim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News