Bahasa Daerah Makin Kritis, Revitalisasi Mendesak Dilakukan

Bahasa Daerah Makin Kritis, Revitalisasi Mendesak Dilakukan
Ilustrasi ragam bahasa daerah di Indonesia. Foto: kemendikbud

"Dari ciri awal yaitu penutur yang tidak terlalu banyak di berbagai bahasa daerah mengindikasikan bahasa tersebut perlu segera dilindungi," kata Syaiful Bahri.

Dia mencontohkan salah satu yang dikonservasi adalah bahasa (isolek) Tubbe-Mauta-Lamma di Pulau Pantar bagian barat, Kabupaten Alor. Bahasa tersebut sudah pernah dipetakan dan diuji vitalitasnya oleh tim teknis Kantor Bahasa NTT. Namun karena luasnya wilayah pengamatan, tidak semua titik bisa dijangkau.

"Bahasa ini juga perlu ditelisik lebih jauh terutama hubungannya dengan bahasa-bahasa di sekitar, daerah persebaran, serta daya hidup dari bahasa tersebut," pungkasnya. (esy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Bahasa daerah makin kritis karena jumlah penutur berkurang karena itu Balai Bahasa di berbagai wilayah melakukan revitalisasi


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News