Baidowi Menyoroti Kedatangan 20 TKA China, Terkesan Ada Perlakuan Khusus

Baidowi Menyoroti Kedatangan 20 TKA China, Terkesan Ada Perlakuan Khusus
Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi menyoroti masuknya 20 tenaga kerja asing atau TKA asal China, Republik Rakyat Tiongkok atau RRT ke Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa jam menjelang PPKM Darurat.

"Masuknya 20 TKA China ke Makassar saat PPKM Darurat sangat tidak tepat dari aspek waktu," ucap Baidowi kepada JPNN.com, Senin (5/7).

Dia mengatakan, meskipun TKA tersebut sudah melalui prosedur kedatangan orang asing, yakni melalui karantina, tetapi karena waktunya bersamaan dengan PPKM Darurat membuat publik merasa ada perlakuan khusus.

"Padahal, sebenarnya mungkin sudah sesuai ketentuan, tetapi informasi yang terbatas menyebabkan kecurigaan publik," lanjut Awiek -panggilan Achmad Baidowi.

Wakil ketua Baleg DPR RI itu menyatakan FPPP tidak anti terhadap investasi. Pihaknya juga memahami kebutuhan tenaga kerja untuk pembangunan proyek strategis nasional atau PSN.

"Namun, karena waktu yang tidak tepat menyebabkan tanggapan yang keliru di masyarakat," ucapnya.

Menurut Awiek, beda halnya ketika kedatangan TKA tersebut tidak berbarengan dengan PPKM Darurat, maka publik tidak ada kecurigaan dan kecemburuan.

"Ini juga mengulang peristiwa masuknya TKA ketika berbarengan dengan larangan mudik beberapa waktu lalu," sebut wasekjen DPP PPP itu.

Sekretaris FPPP DPR RI Achmad Baidowi menyentil pemerintah atas masuknnya 20 TKA China menjelang PPKM Darurat.