Balai Kota Makassar Dikosongkan, Aduh, Sudah Ada yang Dirawat

Balai Kota Makassar Dikosongkan, Aduh, Sudah Ada yang Dirawat
Ilustrasi, mural terkait Covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan mengumumkan penutupan balai kota untuk sementara waktu.

Keputusan lockdown diambil karena di Balai Kota Makassar terdapat 18 aparatur sipil negera (ASN) yang terpapar Covid-19.

Angka itu bisa meningkat karena masih ada ASN yang diperiksa.

"Terdapat 18 ASN yang positif Covid-19 dari total 900 yang kami periksa. Itu semua berada di lingkup Balai Kota Makassar," kata Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nursaidah Sirajuddin, Jumat (11/2) siang.

Nursaidah meminta seluruh pegawai tetap waspada.

Satgas Covid-19 sendiri saat ini masih melakukan tracking.

"Kami masih menunggu hasil yang diperiksa hari ini," tambah dia.

Nursaidah menambahkan, kasus positif Covid-19 makin meningkat satu pekan terakhir.

Pemkot Sulsel memutuskan menutup Balai Kota Makassar untuk sementara. Ada apa, ya?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News