JPNN.com

Bamsoet Curiga Ada Proxy War di Balik Benih Sayuran Tiongkok

Jumat, 30 Maret 2018 – 15:45 WIB Bamsoet Curiga Ada Proxy War di Balik Benih Sayuran Tiongkok - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, pemerintah harus lebih waspada terhadap benih tanaman dari Tiongkok yang membawa bakteri dan virus berbahaya. Politikus yang beken disapa dengan panggilan Bamsoet itu menduga serbuan serbuan benih tanaman berbahaya dan narkoba dari Tiongkok sebagai bagian dari proxy war atau perang proksi.

Bamsoet mengatakan itu menyusul otoritas Bandara Ngurah Rai Bali yang belum lama ini menemukan benih sayuran berbahaya asal Tiongkok. Benih itu juga tak dilengkapi surat izin pemasukan (SIP) dari Kementerian Pertanian ataupun phytosanitary certificate dari Tiongkok .

Menurut Bamsoet, Badan Intelijen Negara (BIN) harus mencermati masuknya benih tanaman asal Tiongkok. “Kami mendorong Badan Intelijen Negara melakukan kajian terkait kasus narkotika, makanan kaleng, benih cabai, bawang putih, beras plastik, serta benih sayuran ilegal dari Tiongkok tersebut merupakan bagian dari dugaan proxy war,” ujar Bamsoet melalui pesan singkat.

Legislator Partai Golkar itu juga meminta Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan bersama aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas masuknya benih tanaman terlarang dari luar negeri. “Agar benih yang masuk secara ilegal ini tidak berulang,” tegasnya.

Bamsoet menambahkan, Badan Karantina Kementan harus meningkatkan pengawasan terhadap izin pemasukan dan pengeluaran benih. Merujuk Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 15/PERMENTAN/HR.060/5/2017 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Benih Hortikultura, maka perizinan dan pengawasan bertujuan mencegah benih pembawa organisme penggangu tumbuhan masuk ke dalam negeri.

Mantan ketua Komisi Hukum DPR itu juga meminta Kemendag memperketat regulasi terkait impor benih sayuran. Menurut Bamsoet, sebagian benih yang masuk ke Indonesia berpotensi menularkan hama dan penyakit tumbuhan.

“Kemendag harus meningkatkan pengawasan terhadap segala jenis produk yang diimpor ke Indonesia, khususnya produk dari Tiongkok,” pungkasnya.(rgm/JPC)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...