Bandara Anyar Minangkabau Cerahkan Pariwisata Sumbar

Bandara Anyar Minangkabau Cerahkan Pariwisata Sumbar
Bandara Minangkabau. Foto: dok AP II

Masih kata Agus, pengembangan di sisi udara menyentuh pengembangan runway dari saat ini berukuran 2.750 x 45 m2 menjadi 3.000 x 45 m2 guna mengakomodir operasional pesawat berukuran lebih besar. Jumlah taxiway juga akan bertambah menjadi 8 taxiway sehingga akan memperlancar lalu lintas pesawat di sisi udara guna meningkatkan on time performance maskapai dan mengakomodiri lebih banyak operasional penerbangan. 

”Guna memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat, Bandara Internasional Minangkabau akan segera terintegrasi dengan jalur kereta api dan sejalan dengan hal tersebut akan didirikan bangunan penghubungan sepanjang 202,5 m antara bandara dengan Stasiun Kereta Api,” tambahnya lagi. 

Adapun secara keseluruhan pengembangan kawasan Bandara Internasional Minangkabau merujuk kepada green building yang mengutamakan bangunan ramah lingkungan. ”Pengembangan ini diharapkan mampu menjadikan Bandara Internasional Minangkabau sebagai ikon kota Padang yang dapat dibanggakan masyarakat khususnya di Provinsi Sumatera Barat dan tentunya meningkatkan Pariwisata Indonesia,” jelasnya.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi kinerja Kemenhub yang terus mensupport Kementerian Pariwisata. Pengembangan destinasi dan industri pariwisata itu selalu berlaku hukum 3A. "Atraksi, Akses dan Amenitas. Kalau atraksi alamnya sudah bagus, maka akses tinggal diprioritaskan, nanti amenitas akan hidup sendiri oleh private sectors," jelas Arief Yahya.(jpnn)


PADANG - Fasilitas transportasi dengan destinasi wisata bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Hal itu yang terjadi bagi Pariwisata


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News