Banjir Bandang di Pacitan Rendam Ribuan Rumah Warga

Banjir Bandang di Pacitan Rendam Ribuan Rumah Warga
Puluhan rumah warga Dusun Krajan Desa Sirnoboyo Kecamatan Pacitan terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Jelok. Foto: Hengky Ristanto/Radar Pacitan/JPNN.com

Selain karena hujan deras, banjir yang menggenangi rumah warga juga akibat jebolnya tanggul Sungai Njelok dan Sungai Telu. Bahkan, desa terdampak banjir diprediksi bisa meluas seiring makin meningkatnya debit dan volume air Sungai Grindulu.

Pantauan di lokasi, debit dan volume air sungai terbesar di Pacitan itu sudah diambang batas tanggul. Kondisi itu membuat masyarakat yang bermukim di dekat tanggul waswas. Mereka khawatir meluapnya Sungai Grindulu makin memperparah kondisi.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita mengatakan pihaknya sudah menyiapkan distribusi sembako. Serta membangun posko darurat atau penampungan di Jembatan Sirnoboyo. Namun, pihaknya belum bisa memastikan jumlah pasti warga yang sudah diungsikan.

‘’Warga korban banjir terdapat di Desa Kayen, Purwoasri, Sirnoboyo, Kembang dan Sukoharjo. Mereka kami evakuasi ke tempat lebih aman sampai banjir surut,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Pacitan.

Sebagai upaya tanggap darurat banjir, seluruh personel dan sarana prasarana BPBD berupa perahu karet telah diterjunkan ke lokasi bencana.

Perahu karet sangat diperlukan untuk mengevakuasi warga. Terutama mereka yang dalam posisi terjebak banjir.

‘’Prioritas utama adalah logistik yang sudah kami cukupi. Utamanya, bagi warga di tempat-tempat pengungsian,’’ jelasnya.

Dianita menambahkan, hingga Februari 2018 diperkirakan hujan ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah pacitan.

BPBD masih mencari keberadaan dua warga Desa Kayen lainnya yang hanyut terbawa banjir bandang di Pacitan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News