Banjir Terparah di Limapuluh Kota, Rendam 3 Kecamatan

Banjir Terparah di Limapuluh Kota, Rendam 3 Kecamatan
Sejumlah titik jalan di Sumatera Barat tergenang banjir. Foto: Hendri/Padang Ekspres

Longsor yang terjadi Jalan Nasional itu, membuat BPBD Sumbar sulit mencapai titik lokasi banjir terparah di Pangkalan.

"Hingga sore ini (Jumat) akses jalan masih terputus dan belum bisa ditempuh. Tim kita saja masih belum bisa menembus lokasi banjir," ujarnya.

Meski begitu,  BPBD setempat dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) telah bahu membahu memberikan bantuan darurat pada masyarakat yang terdampak banjir. Namun masih ada beberapa titik yang sulit untuk dituju tim kebencanaan.

"Dalam melakukan evakuasi warga yang terkena banjir, KSB hanya menggunakan peralatan seadanya saja. Kita juga telah berkoordinasi dengan BPBD setempat, Bukittingi dan juga BPBD Kampar Riau yang juga terdekat ke lokasi untuk membantu melakukan evakuasi warga, serta mememinta bantuan perahu karet," sebutnya.

Selain itu terkait jalan Sumbar-Riau yang lumpuh akibat longsor, Pagar menyatakan, bahwa BPBD Sumbar dan BPBD Kabupaten Limapuluh Kota masih menunggu pihak Balai Jalan untuk membersihkan jalan yang tertimbun longsor tersebut menggunakan alat berat.

Untuk situasi banjir, Pagar menyatakan, saat ini air belum surut mengingat intensitas hujan masih sangat lebat karena cuaca Sumbar saat ini yang kurang bersahabat, Ia menghimbau setiap BPBD kabupatne/kota yang daerahnya rawan akan bencana banjir dan longsor untuk tetap siaga.

Lebih jauh disampaikannya, logisitik di BPBD Sumbar untuk korban bencana banjir tersedia sangat cukup, logistik tersebut akan disalurkan ke daerah  bencana. "Logistik untuk Sumbar cukup. Kita siap kirim ke lokasi bencana," tukasnya.(wni)


 Dua kabupaten di Sumatera Barat yakni Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Sijunjung, sejak Kamis (2/3) lalu diterjang banjir dan longsor.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News