Bank BJB Raih Penghargaan Prestisius di Ajang Indonesia Financial Top Leader Award 2021

Rabu, 28 Juli 2021 – 17:55 WIB
Bank BJB Raih Penghargaan Prestisius di Ajang Indonesia Financial Top Leader Award 2021
Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi menerima penghargaan Best Leader for Business Resilience Through Good Corporate Governance Initiative - Empowerment of The Micro and Small Medium Enterprises (MSMEs), Kategori Bank BUKU III, BPD. Foto: Humas Bank BJB

jpnn.com, BANDUNG - Bank BJB kembali menorehkan pencapaian prestisius di pertengahan tahun 2021 ini dengan menerima penghargaan Best Leader for Business Resilience Through Good Corporate Governance Initiative - Empowerment of The Micro and Small Medium Enterprises (MSMEs), Kategori Bank BUKU III, BPD.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi.

Dalam sambutannya, dia mengatakan kemampuan seorang pemimpin dalam mengolah sumber daya yang ada dengan sikap adaptif di berbagai situasi adalah kunci menuju keberhasilan

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan. Predikat ini berhasil diraih karena kerjasama solid dari seluruh insan Bank BJB untuk menggerakan roda perusahaan tetap melaju di tengah krisis pandemi," jelasnya.

Penghargaan tersebut digelar oleh Warta Ekonomi dalam acara Indonesia Financial Top Leader Award 2021 dengan tema Toward the Digital-Economic Acceleration & Business Resilience di Jakarta, Rabu 28 Juli 2021. Penghargaan disampaikan secara daring melalui Zoom.

Penghargaan ini merupakan apresiasi kepada para pemimpin institusi keuangan bank dan non-bank di dalam menjalankan perannya untuk menopang keberlanjutan bisnis perusahaannya. Warta Ekonomi selaku penyelenggara ingin mengapresiasi pemimpin institusi keuangan bank dan non-bank di Indonesia yang terbukti telah mampu mengimplementasikan perannya dengan sangat baik.

Menurut Bank Indonesia, volume transaksi digital banking mengalami peningkatan pada awal kuartal kedua tahun 2021. Sama halnya dengan institusi non-bank yang juga melakukan upaya digitalisasi asuransi yang dikenal sebagai insurtech.

Hal ini tentunya menjadi tantangan jika institusi perbankan dan non-bank tidak bisa mengikuti perkembangan tersebut maka akan tertinggal dan tidak dapat bertahan dalam kompetensi di industri jasa keuangan yang makin ketat.

SPONSORED CONTENT

loading...