Bantu Sejahterakan Petani, UPLAND Project Kementan Ekspor Bawang Goreng

Bantu Sejahterakan Petani, UPLAND Project Kementan Ekspor Bawang Goreng
Lahan bawang merah. Ilustrasi Foto: Dokumentasi Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Program Development of Integrated Farming System in Upland Area (UPLAND Project) Kementerian Pertanian terus menggencarkan ekspor komoditas pangan yang telah diolah.

Ekspor komoditas pangan yang telah diproduksi dapat memberikan nilai ekonomi lebih terhadap hasil pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan saat ini dunia sedang menghadapi krisis pangan akibat dampak perubahan iklim.

Beragam komoditas yang rentan terhadap inflasi, harus diberi perhatian khusus. Pengolahan pascapanen seperti bawang goreng ini memberikan nilai lebih terhadap hasil pangan.

“Dunia sekarang sedang menghadapi krisis pangan. Penting bagi kita untuk terus berkomitmen menjaga pasokan komoditas strategis agar tidak terjadi pergolakan harga dan stok di pasaran,” ujar Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis, Senin (27/11).

Pengelola Program Upland Kementan Farakka Sari mengatakan sebanyak enam ribu bungkus produk bawang goreng milik para petani binaan di Kabupaten Sumenep dilepas untuk dikirim ke Belanda. Ekspor perdana bawang goreng diharapkan menjadi pintu awal untuk peningkatan kesejahteraan kepada petani.

Bawang goreng produk kelompok tani yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pertama Indah Rubaru (PIR) itu telah dikontrak mencapai USD 400 ribu oleh PT Ben Helen Trading Belanda dengan jangka 2023-2028.

Dia berharap Program UPLAND Project Kementan bertujuan untuk meningkatkan kegiatan pertanian di dataran tinggi agar lebih komprehensif, mulai dari pengembangan hortikultura, dan tanaman pangan.

Sebanyak enam ribu bungkus produk bawang goreng milik para petani binaan di Kabupaten Sumenep dilepas untuk dikirim ke Belanda.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News