Banyak Negara Pesan Kereta Api Buatan PT INKA

Banyak Negara Pesan Kereta Api Buatan PT INKA
PT INKA, pabrik pembuatan Kereta LRT di Madiun. Foto dok humas

jpnn.com, BANYUWANGI -
Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi lokasi proyek pembangunan workshop atau pabrik kereta api milik PT INKA di Desa Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

PT INKA saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam mendukung program pengembangan industri perkerataapian nasional maupun menjawab tantangan kebutuhan sarana kereta api dari luar negeri.

Pabrik yang memanfaatkan lahan seluas 84 hektare/Ha juga merupakan sinergi antara PT INKA dengan PTPN XII. Pabrik modern ini diharapkan akan menjadi workshop perakitan sarana kereta api baru kedua setelah workshop yang ada di Madiun.

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan proses perizinan dan rancang bangun untuk pabrik modern yang akan digunakan untuk memproduksi sarana kereta api berbasis alumunium dan stainless steel.

Proses pembangunan tahap 1 direncanakan mulai pada akhir 2018 dan bisa mulai beroperasi pada awal 2020. Total investasi dari pembangunan proyek ini tercatat mencapai Rp 1,6 triliun.

PT INKA mencatat kontribusi penjualan ekspor perseroan meningkat dalam tiga tahun terakhir yang tercermin dalam nilai kontrak penjualan ekspor tercatat sebesar Rp 850 miliar pada 2015 dan meningkat menjadi Rp 1,33 triliun pada 2017. Sementara negara- negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Bangladesh, Malaysia, Singapura, Australia dan Filipina.

"Saya bangga PT INKA terus mengembangkan bisnisnya, banyak negara yang membeli kereta api buatan RI. Semoga pembangunan pabrik baru ini berjalan lancar dan bisa selesai sesuai dengan yang ditargetkan. Pembangunan pabrik ini menjadi bukti bahwa industri perkerataapian nasional mampu menjawab tantangan kebutuhan sarana kereta api dari luar negeri," ucap Rini di sela-sela kunjungannya.(chi/jpnn)


PT INKA saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam mendukung program pengembangan industri perkerataapian.


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News