Batal Merger, Pelita Dilepas ke Bandung Raya

Batal Merger, Pelita Dilepas ke Bandung Raya
Batal Merger, Pelita Dilepas ke Bandung Raya
Kata RD, kemana perginya sisa pemain Pelita Jaya tergantung manajemen klub. Apakah dimasukkan dalam klub bentukan baru hasil akuisisi oleh klub Divisi III PSSI Bandung Raya atau tidak. Yang pasti, mereka sudah menunjuk pelatih asing, Steve Macmenemy.

CEO PT Pelita Jaya Cronus Iwan Budianto menjelaskan, merger Pelita Jaya dengan Arema dibatalkan karena PT Pelita Jaya Cronus yang bawahi Pelita Jaya membeli 100 persen saham PT Arema Indonesia. Alasannya, Pelita Jaya ingin punya tim kuat dengan skuad berkualitas, mulai pelatih hingga pemain. Untuk menuju ke sana tidak murah dan PT Arema Indonesia tidak mampu dan mengusulkan Pelita Jaya akuisisi seluruh sahamnya.

Konsekuensinya atas akuisisi saham PT Arema Indonesia, kata Iwan, mau tidak mau PT Pelita Jaya Cronus harus melepas saham di Pelita Jaya karena satu badan hukum usaha dilarang membawahi dua klub di kompetisi yang sama. Saham PT Pelita Jaya Cronus di Pelita Jaya pun dilepas ke PT Kreasi Perfoma Pasundan yang membawahi klub Divisi III Bandung Raya dan kebetulan mereka memang ingin bermain di ISL.

"Namun PT Kreasi Perfoma Pasundan hanya berhak atas nama klub. Pemain, manajemen, dan POR Pelita di Sawangan tetap milik PT Pelita Jaya Cronus. Pemain bisa dipinjamkan ke Bandung Raya atau klub lain bahkan bisa saja diputus kontrak dan diberikan haknya," terang Iwan.

JAKARTA - Pelita Jaya tidak jadi merger dengan Arema Indonesia. Arema tetap berdiri sendiri di Kota Apel. Mereka menatap Indonesian Super League

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News