Baterai Lithium Tanpa Ember

Baterai Lithium Tanpa Ember
Dahlan Iskan.

Waktu itu saya sampai merayu Nippres. Pabrik baterai terbesar di Indonesia. Yang sudah mampu ekspor ke 76 negara.

Saya rayu pemiliknya untuk mau mendirikan unit baru. Khusus lithium. Saya tahu pasar lithium belum besar di Indonesia.

Kebijakan mobil listrik saat itu belum ada. Ternyata sampai sekarang juga belum ada.

“Waktu itu saya tahu Pak Dahlan lagi mendorong lahirnya mobil listrik,” ujar Kristian. Alumnus ITS 1972.

Kini umurnya 53 tahun. “Tapi saya memilih memulainya untuk baterai lampu solar cell jalan raya,” tambahnya.

Pekerjaan mekanikal di baterai untuk kendaraan listrik, katanya, lebih rumit. Dia belum punya tim yang keahliannya di mekanikal.

Saat memulai usaha baru itu, Kristian tidak mau langsung besar. Yang mencakup banyak langkah sekaligus.

Dia ingin satu tahap satu tahap. Saya memahami strategi Kristian seperti itu.

Enam tahun lalu saya mencari-cari siapa pengusaha yang mau mendirikan pabrik baterai lithium. Agar Indonesia tidak impor lagi dari Tiongkok.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News