JPNN.com

Batuk Saat Hamil, Apa Dampaknya bagi Janin?

Selasa, 20 Agustus 2019 – 23:40 WIB Batuk Saat Hamil, Apa Dampaknya bagi Janin? - JPNN.com

jpnn.com - Batuk dan pilek atau selesma merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Jika saat hamil Anda mengalami batuk atau selesma, kondisi tersebut tentu dapat mengganggu kenyamanan serta janin di dalam rahim.

Batuk saat hamil
Pada saat hamil, ibu tetap rentan terkena penyakit. Bahkan, ibu hamil lebih rentan lagi terkena penyakit. Akibatnya ibu hamil jadi sulit untuk sembuh karena sistem kekebalan tubuhnya menurun dan kurang efektif dalam melakukan perlawanan terhadap virus dan bakteri.

Ada banyak sekali virus yang dapat menyebabkan batuk dan pilek pada ibu hamil. Pilek biasanya dapat terjadi selama 1 minggu, namun batuk dapat bertahan hingga 3 minggu.

Namun, meski mengalami batuk dan merasa lelah, ibu hamil bisa tetap tenang karena gejala batuk pilek atau selesma umumnya tidak mengganggu janin.

Rasa sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, bersin, dan batuk, rentan membuat ibu hamil lemah. Meski demikian kondisi ini pada umumnya tidak berpengaruh terhadap kesehatan janin di dalam rahim.

Apa yang perlu diwaspadai?
Beberapa kondisi yang justru dapat memengaruhi janin adalah jika ibu hamil yang terkena batuk dan pilek mengonsumsi obat-obatan untuk batuk dan pilek secara sembarangan. Untuk itu, pada saat ibu hamil terserang batuk dan pilek, sebaiknya tidak mengonsumsi obat tanpa resep dokter.

Meskipun tergolong obat bebas yang dapat dibeli di toko, obat untuk batuk dan pilek tidak semuanya aman untuk ibu hamil. Sebaiknya ibu hamil selalu berkonsultasi mengenai obat-obatan yang akan dikonsumsi kepada dokter, sehingga kesehatan janin senantiasa terjaga.

Selain itu yang harus dihindari adalah mengonsumsi antibiotik secara sembarangan. Padahal, pada dasarnya keluhan seperti batuk, hidung tersumbat, hidung berair, bersin, dan nyeri tenggorokan merupakan suatu penyakit ringan – pada saluran napas atas -  yang disebabkan oleh berbagai jenis virus dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Sumber klikdokter

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...