Bea Cukai Sebut Pisang Cavendish jadi Komoditas Primadona Ekspor

Bea Cukai Sebut Pisang Cavendish jadi Komoditas Primadona Ekspor
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II, Oentarto Wibowo melaksanakan penanaman perdana pisang cavendish di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso. Foto: Bea Cukai.

"Kami juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan PT Great Giant Foods untuk mendukung dan mendorong ekspor produk Indonesia menuju pasar global," tuturnya.

Selain itu, kegiatan tersebut meningkatkan pemberdayaan petani karena perusahaan menerapkan konsep create shared value (CSV).

"Artinya kerja sama itu bukan bagi hasil, tetapi bagi value (nilai), yaitu perusahaan akan mendukung dan memfasiltasi petani," ujarnya.

Oentarto berharap penanaman perdana pisang cavendish di lahan seluas 1,8 hektar tersebut bisa ditindaklanjuti dengan penguatan kapasitas kelembagaan petani, perluasan lahan, dan penyiapan infrastruktur.

"Sehingga mampu memenuhi permintaan pasar untuk substitusi impor dan peningkatan ekspor," harapnya.

Selain itu, lanjut dia, ke depan kegiatan penanaman pisang cavendish itu adalah dibentuknya skema kawasan berikat holtikultura di bawah pengawasan Kantor Bea Cukai Jember, yang wilayahnya meliputi Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Situbondo.

"Bea Cukai berperan mendungkung dengan memberikan fasilitas kemudahan fiskal berupa pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor terhadap importasi bibit, pupuk, dan alat pertanian yang dibutuhkan," ungkapnya.

Dia berharap kegiatan itu mampu menjadi pemicu kepada pemberdayaan petani dan pengembangan agraria, utamanya buah lokal untuk terus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II, Oentarto Wibowo melaksanakan penanaman perdana pisang cavendish di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso pada Sabtu (29/1) lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News