Begini Cara Bea Cukai Gali Potensi Ekonomi Kalimantan Barat

Begini Cara Bea Cukai Gali Potensi Ekonomi Kalimantan Barat
Bea Cukai sebagai instansi yang memiliki peran di bidang fasilitator perdagangan dan asistensi industri rutin. Foto: dok Bea Cukai

Perusahaan berharap bisa segera dipindahkannya operasional Pelabuhan Dwikora ke Pelabuhan Kijing, sehingga bisa menurunkan biaya transport bahan baku.

Bea Cukai selalu hadir berdampingan serta ikut terjun ke lapangan mendorong ekspor secara berkelanjutan di berbagai daerah dan berharap kegiatan ekspor ini dapat diikuti oleh pelaku usaha lainnya untuk bersama-sama meningkatkan perekonomian Indonesia.

Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat juga mengunjungi Pelabuhan Internasional Kijing Pelabuhan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan Ekspor Sumber Daya Alam di Kalimantan Barat, dengan nilai investasi sebesar Rp 5,048 Triliun dengan luas area 200 Ha. 

Terminal Kijing berperan dalam mengatasi keterbatasan pelayanan dan permasalahan teknis pada Pelabuhan Dwikora.

Kemudian dapat mengakomodasi peningkatan pesat permintaan layanan akibat perkembangan industry CPO, bauksit dan industry agro lainnya. 

Saat ini masih ada beberapa fasilitas yang masih dalam proses pembangunan, seperti proteksi pada ujung dermaga, pembangunan dermaga baru untuk tugboat dan Kapal Patroli APH, pemasangan jalur penghalang abrasi dan lain-lain. 

Terminal Kijing memiliki kapasitas daya tampung sangat besar, sehingga dapat dikatakan sebagai Pelabuhan terbesar di Kalimantan.

Tercatat jika sudah beroperasi secara total, dapat menampung Peti Kemas sebanyak 1.950.000 Teus/tahun, curah cair sebanyak 12.180.000 ton/tahun, curah kering sebanyak 15.000.000 ton/tahun, dan multipurpose sebanyak 1.000.000 ton/tahun.

Bea Cukai sebagai instansi yang memiliki peran di bidang fasilitator perdagangan dan asistensi industri rutin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News