Begini Kronologi Pembunuhan Keji Suporter Aremania

Begini Kronologi Pembunuhan Keji Suporter Aremania
Para suporter yang terlibat tawuran dikeler ke Mapolres Sragen, kemarin. Foto: INDRO SUPRIYADI/RADAR SOLO

jpnn.com - PUJON – Biadab. Itulah kata-kata yang pantas untuk Bonek. Mereka kembali berulah dan melakukan perbuatan sangat keji dan begis. Suporter asal Surabaya itu, membunuh dua orang Aremania sekaligus, Sabtu (19/12) kemarin pagi.

Korbanya Eko Prasetyo, 28 tahun warga Dusun Sebaluh, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang dan Slamet, Aremania asal Blitar. Mereka hendak nonton pertandingan antara Arema Cronus melawan Surabaya United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (19/12) malam.

Peristiwa tragis itu terjadi saat rombongan Aremania usai istirahat dan menjalankan Salat Subuh di kawasan Rest Area SPBU Jatisumo, Sragen, Jawa Tengah. Rombongan Eko berangkat dari Pujon dengan dua bus. Bus pertama ukuran besar berangkat pukul 18.00 WIB. Sedangkan bus kedua ukuran kecil berangkat dari Pujon pukul 22.00 WIB.

Rombongan bus pertama mendapatkan kawalan dari aparat kepolisian. Sedangkan bus kedua yang ditumpangi Eko, tidak mendapatkan kawalan polisi. Rombongan kedua ini berisi 34 orang.

“Berangkat habis Magrib, rombogan Aremania Pujon berhenti di Mantung untuk menunggu rombongan supporter lainnya. Setelah semua berkumpul kemudian melakukan perjalanan ke Sleman,” kata Ketua Koordinasi Tour Aremania Pujon, Didik kepada Malang Post (Grup JPNN.com).

Diperjalanan sekitar pukul 03.30 WIB rombongan Aremania tiba di Rest Area SPBU Jatisumo, Sragen pada Sabtu, (19/12) pagi. Karena menempuh perjalanan pajang, rombongan hendak istrirahat dan menjalankan salat subuh di kawasan SPBU tersebut.

“Selesai istirahat dan salat subuh, kemudian rombongan melanjutkan perjalanan. Tapi sayang pas di depan SPBU tersebut, sekitar 04.00 WIB langsung berpapasan dengan rombongan suporter Bonek yang juga melakuan tour ke Sleman,” tegasnya.

Saat berpapasan inilah, Bonek langsung turun dari truk dan menyerang bus Aremania. Mereka bahkan sudah siap dengan batu, pentungan dan senjata tajam.

PUJON – Biadab. Itulah kata-kata yang pantas untuk Bonek. Mereka kembali berulah dan melakukan perbuatan sangat keji dan begis. Suporter asal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News