Begini Langkah Kementan untuk Hadapi El Nino

Begini Langkah Kementan untuk Hadapi El Nino
Direktur Jenderal Hortikultur Kementan memiliki strategi kebijakan untuk menghadapi El Nino. Simak ulasannya. Foto: dok Kementan

Berdasarkan pantauan BMKG Jawa Timur, hingga pertengahan Juli 2023, gangguan iklim global El Nino sudah mulai terasa dampaknya di Jawa Timur.

Secara umum El Nino akan mengakibatkan iklim kering di Indonesia khususnya Jawa Timur, terutama pada periode Juli hingga Oktober.

Dilaporkan juga bahwa hingga pertengahan Juli ini, Hari Tidak Hujan (HTH) disebagian besar wilayah di Jawa Timur sudah mulai terjadi HTH ekstrim panjang, artinya lebih dari 60 hari sudah tidak ada hujan.

Suyono yang merupakan Asosiasi Cabai Jatim mengatakan bahwa permasalahan saat ini yang dihadapi di lapangan adalah kekurangan air di berbagai wilayah kampung cabai, pembagian air yang ditarik melalui sungai dengan pompa juga tidak merata, adanya virus gemini dominan di lapangan karena petani masih menggunakan benih open polinited (op).

"Dengan kondisi curah hujan saat ini yang sangat jarang, ini menandakan musim kemarau dan El Nino sudah masuk. Kami berharap pemerintah dapat membantu kelompok tani dengan sumur dalam maupun sumur dangkal untuk mengantisipasi hal ini," ujar Suyono.

Koordinator Dampak Perubahan Iklim dan Bencana Alam, Agung Sunusi saat ditemui di lapangan menyampaikan bahwa saat ini timnya melakukan validasi Early Warning System Pengelolaan Jadwal Tanam komoditas strategis Hortikultura (EWS SIPANTARA) di Kabupaten Kediri.

"Dari hasil pantauan kami di lapangan bersama tim EWS SIPANTARA, tervalidasi bahwa sistem yang sudah terbangun mengindikasikan bahwa wilayah Kabupaten Kediri secara umum telah masuk ke musim kemarau. Kekeringan di sebagian lahan juga sudah mulai terlihat, sehingga perlu langkah antisipasi, mitigasi dan aksi nyata menghadapi dampak El Nino tahun ini," ungkapnya. (jpnn)


Direktur Jenderal Hortikultur Kementan memiliki strategi kebijakan untuk menghadapi El Nino. Simak ulasannya.


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News