Begini Strategi Kementerian PUPR Wujudkan Indonesia Bebas Karbon

Begini Strategi Kementerian PUPR Wujudkan Indonesia Bebas Karbon
Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti. Foto: Kementerian PUPR

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti menyampaikan Indonesia bersama 194 negara lainnya telah berkomitmen untuk melakukan upaya pengendalian perubahan iklim.

"Aksi-aksi nyata dalam pengendalian perubahan iklim melalui pengurangan emisi karbon sebesar 29-41 persen pada tahun 2030," ungkap Diana dalam acara webinar memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia, Selasa (19/10).

Diana mengungkapkan 56,7 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan dan diperkirakan meningkat menjadi 66,6 persen pada 2035.

Oleh karena itu, menurut Diana, salah satu cara mengurangi emisi karbon dengan menerapkan konsep ekonomi sirkular yang bertujuan memaksimalkan penggunaan material secara sirkular untuk mengurangi produk limbah.

"Pendekatan ekonomi sirkular menggunakan metode sharing, leasing, reusing, repairing, refurbishing, dan recycling dalam pengelolaan sampah. Pendekatan ini berbeda dengan pendekatan ekonomi tradisional yang menggunakan metode take-make-dispose (ambil-pakai-buang)," sebutnya.

Penerapan ekonomi sirkular juga akan memperpanjang waktu pemakaian produk dan material sehingga mengurangi sampah, polusi serta mendukung regenerasi ekosistem secara alami.

Kementerian PUPR melalui kegiatan berdasarkan Rencana Pembangunan jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 berupaya membangun infrastruktur ramah lingkungan.

"Upaya-upaya yang dilakukan tidak akan berjalan dengan optimal tanpa dukungan dan komitmen dari semua pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah," tutur Diana.

Kementerian PUPR menyiapkan sejumlah langkah sebagai strategi untuk melakukan pengurangan emisi karbon.