Begini Tata Cara Salat Gerhana Matahari, Besok Tergolong Langka

Begini Tata Cara Salat Gerhana Matahari, Besok Tergolong Langka
Ilustrasi gerhana matahari hibrid (GMH). Foto: ANTARA/HO-BMKG

Dampak dari gerhana matahari, kata dia, khususnya cuaca hanya terjadi pada beberapa parameter saja seperti suhu udara dan tekanan udara berkurang.

Pihaknya turut mengimbau masyarakat tidak melihat gerhana matahari sebagian secara langsung, karena radiasi matahari dapat merusak mata.

"Perlu menggunakan kacamata khusus yang menggunakan filter untuk melihat matahari," ujar Diana.

Tata Cara Salat Gerhana Matahari

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis memberikan tata cara Salat Kusuf atau salat gerhana matahari untuk dipraktikkan pada Kamis (20/4).

"Salat dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali rukuk dalam setiap rakaatnya," kata Cholil kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Salat Kusuf diawali dengan niat, kemudian dengan membaca surat Al Fatihah, dan diikuti dengan membaca surat yang lain. Pada saat ini disunnahkan untuk membaca surat yang agak panjang.

Setelah itu melakukan rukuk dan kembali ke posisi awal takbiratulihram dan membaca surat Al Fatihah dan diikuti membaca surat yang lain. Kali ini disunnahkan untuk membaca surat yang lebih pendek dari takbiratulihram yang pertama.

Kemudian dilanjutkan dengan rukuk dan iktidal serta diteruskan dengan sujud seperti sebagaimana salat dilakukan biasanya, kemudian diulangi pada rakaat kedua dengan menambahkan duduk tasyahud dan salam.

Begini tata cara Salat Gerhana Matahari atau Salat Kusuf yang dianjurkan untuk dilakukan pada besok, 20 April 2023.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News